KORANMAKASSAR.COM — Siri’ itu mengepankan rasa malu diatas semua sistim nilai dan sitim hukum yang ada. Bila ingin berbuat sesuatu maka yang jadi pertimbangan awal adalah ini memalukan atau tidak, setelah itu baru mempertimbangkan benar atau salah.

Rasa malu itu kontrolnya dari diri sendiri (internal) berupa public convensi (tidak tertulis) sedang rasa bersalah itu kontrol dari sistim hukum positif (external). Nilai utama Siri’ adalah Warani na Magetteng (seluruh keberanian harus disertai oleh konsisten), Macca na Malempu (kecerdasan harus di barengi dengan kejujuran).

Siri adalah penanda utama kemanusiaan kita. Kalau tidak punya Siri’ maka itu bukan manusia (punna tena siri’na teai tau intu, ko de’gaga siri’na tania tau tu). Jangan jangan menurut kebudayaan kita selama ini bukan manusia yang kita pilih menjadi pemimpin kita atau kita telah kehilangan kemakassaran kita.

Siri tidak berdiri sendiri selalu ada Pacce. Pacce itu solidaritas kemanusiaan seperti contoh haram hukum kita makan makanan di rumah kita apabila ada 7 (tujuh) rumah sebelah kiri, 7 (tujuh) rumah sebelah kanan, didepan dan belakang masih ada yang kelaparan.

Siri selalu didahulukan daripada Pacce, tidak ada Pacce bagi orang yang tidak punya siri, karena dia bukan manusia.

Oleh : Asmin Amin (Budayawan Makassar)

baca juga : Wali Kota Danny : Pemkot Makassar Berada Pada On The Right Track

 

1 KOMENTAR

Comments are closed.