MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Kehadiran Artificial Intelegence (AI) di era saat ini sejatinya tidak bisa menggantikan manusia. Namun, manusia mampu berkolaborasi dengan AI.
Hal itu diungkapkan Ketua Presidium Masyarakat Antifitnah Indonesia (MAFINDO), Septiaji Eko selaku pembicara dalam Seminar Internasional “Artificial Intellegence (AI) for Education” di Ballroom Teater Pinisi Lt. 3, Rabu (21/5).
Dalam seminar yang digagas Mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknologi pendidikan (TP) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM) ini, Septiaji menegaskan, manusia yang mampu berkolaborasi dengan AI, akan mengalahkan manusia yang tidak bisa berkolaborasi dengan AI.
“Jadi itu adalah realita. Siapa yang menguasai AI akan melaju cepat ketimbang manusia yang tidak mampu berdampingan, tidak bisa berkolaborasi dengan AI,” tegas Septiaji.
Lanjut Septiaji, bahwa United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menyampaikan ada empat kompetensi utama bagi siswa untuk belajar Kecerdasan AI. Di antaranya human centred mindset, Ethic of AI, AI techniques and application, dan AI system design.
” Sangat penting belajar tentang etikanya agar tidak kecanduan AI, karena saat ini banyak yang langsung menggunakan AI secara keliru. Kekeliruan ini efeknya menjadi kecanduan,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur SEAMOLEC Indonesia, Wahyudi yang juga sebagai pembicara, mengatakan bahwa untuk mengimplementasikan pembelajaran AI ke dalam pendidikan di Indonesia, terdapat empat hal yang perlu dilakukan.
Keempat hal tersebut kata Wahyudi yakni literasi digital bagi pendidikan dan siswa, infrastruktur dan konektivitas yang memadai, tata kelola AI yang etis dan bertanggung jawab, serta melakukan dukungan kebijakan dan penguatan kapasitas.
“Sebelum mengimplementasikan AI ke dalam pendidikan, itu empat saran yang perlu dilakukan ke depannya,” katanya.
baca juga : Denny JA: Sebagian Peran Ulama, Pendeta dan Biksu Akan Digantikan Oleh Artificial Intelligence
Senada dikatakan Direktur SEAMEO STEM-ED Thailand, Kristachai Somsaman. Ia menjelaskan, bahwa cara yang harus dilakukan untuk memanfaatkan peran AI ke dalam pendidikan 4.0, yakni membentuk konten pembelajaran yang dipersonalisasi dari pengalaman, pengambilan keputusan yang disempurnakan oleh proses, mengoptimalisasi peran pendidik melalui augmentasi tugas, dan mengintegrasi AI ke dalam kurikulum pendidikan.
“Terdapat empat tahap untuk membentuk masa depan pembelajaran dari peran AI di era pendidikan 4.0,” jelasnya.

