oleh

Akal Akalan Sistem Kontrak Kerja, CV Amanda Brownies Makassar Melanggar Regulasi?

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM – Banyak perusahaan takut mengangkat status karyawan menjadi tetap, karena berbagai pertimbangan, alasan utamanya adalah untuk menghindari pembayaran pesangon bagi pekerja berstatus pegawai tetap jika terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK).

Namun ada juga perusahaan yang “meng-akali” sistem perekrutan karyawan dengan modus perpanjangan status kontrak secara berkala setiap tahunnya, seperti yang diduga dilakukan CV Amanda Brownies Makassar.

IM, Salah seorang karyawan CV Amanda Brownies membeberkan sejumlah keganjilan sistem perpanjangan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) atau perjanjian kontrak yang berlaku di perusahaan itu,

“Saya telah bekerja dari bulan Maret 2015 hingga Juni 2019 (4 tahun 2 bulan) status saya selama bekerja masih karyawan kontrak dengan diperbaharui perjanjian kontrak setiap tahun. Dalam setiap tahun masa kontrak habis, ada masa jeda dirumahkan 1 sampai 2 bulan.” bebernya.

“Tapi hingga perjanjian kontrak kerja di tahun ke empat (juni 2019) saya berakhir, belum ada kejelasan dari perusahaan. Apakah saya masuk pegawai tetap atau sudah dipecat atau bagaimana.” keluhnya.

Jika ada pegawai yang dianggap bermasalah, lanjut IM, karyawan tersebut tidak langsung di-PHK tetapi disuruh buat surat resign, hal itu diduga dilakukan perusahaan untuk menghindari pembayaran pesangon terhadap karyawannya.

Baca Juga : Mira Bangalino, Istri Muda Kajari Tator Bakal Dilaporkan ke Polda Sulsel

Merujuk pada Pasal 59 ayat (1) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, menyebutkan bahwa Perjanjian kerja antar waktu terbatas (PKWT) atau kontrak kerja hanya dapat dibuat untuk pekerjaan yang menurut jenis dan sifat atau kegiatan pekerjaannya akan selesai dalam waktu tertentu (bersifat sementara), atau pekerjaan yang diperkirakan penyelesaiannya dalam waktu yang tidak terlalu lama dan paling lama 3 (tiga) tahun, pekerjaan yang bersifat musiman atau pekerjaan yang berhubungan dengan produk baru, kegiatan baru, atau produk tambahan yang masih dalam percobaan.

Kemudian, Pasal 59 ayat (3) UU Ketenagakerjaan mengatur bahwa PKWT ini hanya boleh dilakukan paling lama 2 (dua) tahun dan hanya boleh diperpanjang 1 (satu) kali untuk jangka waktu paling lama 1 (satu) tahun. Jika pengusaha melakukan perpanjangan PKWT, maka perusahaan harus memberitahukan secara tertulis maksud perpanjangan pada pekerja paling lama 7 hari sebelum PKWT berakhir, dengan menyatakan bahwa akan diperpanjang kontrak kerjanya.

Dan apabila pengusaha tidak memberitahukan perpanjangan PKWT ini dalam waktu 7 (tujuh) hari maka perjanjian kerjanya demi hukum menjadi perjanjian kerja dengan waktu tidak tertentu (PKWTT) atau pegawai tetap.

Jika melihat ketentuan di atas pihak manajemen CV Amanda tidak menerapkan aturan ketenagakerjaan , sebab dari ratusan karyawannya sebagian besar bekerja diatas 3 tahun dan masih berstatus kontrak. Seharusnya ketika masa perjanjian kontrak berakhir pada tahun ke 3 maka secara otomatis status pegawai berubah menjadi pegawai tetap, bukan malah memperpanjang kontrak karyawan.

PKWT atau kontrak kerja hanya dapat dibuat untuk pekerjaan yang menurut jenis dan sifat atau kegiatan pekerjaannya akan selesai dalam waktu tertentu, sedangkan CV Amanda Brownies sebagai perusahaan produsen penjualan produk makanan jadi yang pengerjaannya berlangsung secara terus menerus, tidak memenuhi syarat untuk menerapkan sistem kerja kontrak/ PKWT sesuai penjelasan Pasal 59 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.(TK)

Loading...

News Feed