” Saya sudah dapat info ada salah satu SPBU itu setiap hari dapat setoran 20 juta pembelian BBM untuk kebutuhan oprasional di salah satu Tambang di Lutim Ini saya sudah dapat infonya nanti di RDP kita buka benar atau tidak ini.
Selain itu ada juga SPBU yang diduga nakal bermain dengan pelangsir BBM. Para pelangsir ini tidak lain mereka yang membeli BBM menggunakan Jeriken. Info yang saya dapat harga normalnya di SPBU untuk Solar RP 5,150 di jual Ke Pelangsir seharga Rp. 5,350 per Litter.
Demikian juga dengan premium harga normal Rp. 6,450 di jual ke Pelangsir Rp. 6,650 ,Pertalite juga begitu naik Rp. 200 per liter nya. Inilah yang mereka sebut uang Jeriken, dan keuntungan dengan menaikkan harga BBM inilah yang menyebabkan SPBU masih melayani Pembelian BBM menggunakan jeriken.
baca juga : Pantau Penerapan Prokes, Polres Luwu Timur Gelar Operasi Yustisi
” Ini juga akan kita bahas dalam RDP nanti. Jika terbukti ini pelanggaran dan bisa di proses secara hukum. ” Pungkas Munir.
Selanjutnya kata Munir, Komisi II juga akan meminta penjelasan dari PT Vale, karena PT Vale saat ini juga sudah menjual BBM.
“Kita mau tahu dari mana mereka dapat pasokan BBM itu. Juga dengan PT CLM, informasinya perusahaan tersebut beli BBM nya dari Kontraktor, ini yang mau ditelusuri Kontraktor nya beli BBM dari mana, jangan sampai beli di SPBU, jika itu terjadi wajar saja BBM cepat habis di SPBU yang ada di Lutim”, pungkas Munir. (*)

