” Malah dia biasa ke Toraja kami di suruh kerja disini sementara semua uang jasa diambil sama dia (dr. Azis red). Jadi kalau kita tidak melakukan aksi seperti ini tidak akan ketahuan keluar dan itu sudah bertahun-tahun dia lakukan. Kasihan pelayanan di rumah sakit kalau kita diam saja”, lanjutnya.
Apa yang dilakukan dokter Azis selaku dokter anestesi tunggal di RSUD Maspul juga tidak disetujui oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN). Bahkan para penata anektesi mengatakan, wadah para dokter Spesialis anestesi ini melakukan pertemuan untuk membahas masalah ini.
baca juga : Wabup Enrekang Terima Piagam Penghargaan Sebagai Terbaik 3 Akselerasi Pembangunan Sulsel
Para penata anestesi di RSUD Maspul sudah jenuh bertindak diluar aturan karena mereka juga takut menerima resiko jika terjadi sesuatu pada saat operasi berlangsung. Dokter Azis selama ini selalu berkata akan bertanggungjawab atas tindakan anestesi, sementara itu dilakukan hanya secara lisan tidak secara tertulis.
” Kita tidak punya dasar hukum jika terjadi masalah dengan pasien pada saat dioperasi. Kita didelegasikan tapi tidak ada hitam diatas putih. Itu dasar kami mogok kerja”, ujarnya.
Sementara itu dokter Azis saat dihubungi awak media mengatakan saat ini dirinya sedang berada di Jogja untuk menjenguk isteri dan anak-anaknya. Karena selama pandemi Covid-19 dia tak pernah pulang. Dokter Azis mengatakan kepergiannya selama sepekan juga sudah mendapat ijin dari Kabid Pelayanan RSUD Maspul.(ZF)

