TP PKK Makassar Perkuat Peran Muslimah Bangun Keluarga Tangguh

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Tim Penggerak (TP) PKK Kota Makassar menggelar kajian Islam bertema “Peran Muslimah dalam Mewujudkan Keluarga Tangguh dan Berkarakter” di Masjid Agung 45 Makassar, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan yang merupakan program kerja Pokja I TP PKK Makassar ini diikuti kader PKK dan perwakilan organisasi wanita. Kajian menjadi ruang pembelajaran untuk memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus kapasitas perempuan dalam membangun keluarga.

Ketua Bidang I TP PKK Makassar, Kamelia Thamrin Tantu, mengatakan kajian tersebut menjadi momentum bagi para kader untuk terus belajar dan meningkatkan keimanan.

“Tidak ada yang merasa paling pintar. Kita perlu sama-sama belajar, baik untuk peningkatan kapasitas maupun peningkatan iman,” ujarnya.

Menurut Kamelia, peran kader PKK tidak hanya membangun ketahanan di lingkungan keluarga masing-masing, tetapi juga mendorong masyarakat sekitar untuk bersama-sama mewujudkan keluarga yang tangguh dan sejahtera.

Baca Juga ; TP PKK Makassar Edukasi 300 Ibu Hamil dan Kader tentang ASI Eksklusif

“Kita tidak hanya bertugas membentuk keluarga sendiri, tetapi juga mengajak masyarakat di sekitar kita untuk berperan dalam membentuk keluarga yang tangguh dan sejahtera,” katanya.

Kajian menghadirkan Ustadz Musaffir Arif sebagai pemateri. Ia membahas pentingnya peran muslimah dalam membangun keluarga yang berkarakter dan berlandaskan keimanan.

Menurutnya, keluarga menjadi salah satu fondasi penting dalam membentuk kualitas kehidupan seseorang. Ketangguhan keluarga tidak hanya ditentukan oleh aspek materi, tetapi juga keimanan, ilmu, keteladanan, kesabaran, serta doa dan tawakal.

Kajian kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Peserta berdiskusi mengenai peran muslimah, pendidikan karakter, serta berbagai tantangan dalam membangun keluarga tangguh di tengah perkembangan zaman.

Melalui kegiatan tersebut, TP PKK Makassar berharap para kader semakin siap menjalankan peran sebagai ibu, istri, sekaligus bagian dari masyarakat dalam memperkuat ketahanan keluarga dan membangun generasi berkarakter. (*)