MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Klarifikasi terkait video viral yang sebelumnya disebut melibatkan oknum anggota DPRD Enrekang kembali mendapat perkembangan terbaru.
Pihak keluarga perempuan dalam video tersebut, melalui ibu mertua berinisial HA, menyampaikan informasi tambahan yang memperkuat bantahan atas narasi yang beredar.
Dalam keterangannya, HA yang didampingi suaminya MR menegaskan bahwa video tersebut telah disalahartikan dan memicu pemberitaan yang tidak sesuai fakta.
Ia kembali menegaskan bahwa pria dalam video merupakan anggota DPRD Kabupaten Enrekang berinisial ST, yang merupakan suami dari perempuan berinisial D (Sridevi).
Baca Juga : Viral Video Disebut Libatkan Oknum DPRD Sulsel, Keluarga Bantah: Itu Hoaks, Mereka Suami Istri
HA mengungkapkan, kondisi keluarga saat ini justru tengah menghadapi situasi serius lantaran anaknya, Sridevi, telah meninggalkan rumah sejak 19 Februari 2026 dan hingga kini belum diketahui keberadaannya.
“Anak saya, Sridevi, sudah pergi meninggalkan rumah sejak 19 Februari 2026 dan sampai sekarang belum ada kabarnya,” ungkap HA, Selasa (28/4/26).
Ia juga menyebutkan bahwa seluruh nomor kontak keluarga telah diblokir oleh yang bersangkutan, sehingga komunikasi terputus total.
“Semua keluarga diblokir, jadi kami benar-benar kehilangan kontak,” tambahnya.
Lebih lanjut, HA menyoroti kemunculan Sridevi di sejumlah media online yang memberikan pernyataan bahwa dirinya belum menikah dengan ST.
Pernyataan tersebut dinilai bertolak belakang dengan fakta yang ada.
“Dia tiba-tiba muncul di media dan mengaku belum menikah, padahal ada surat keterangan nikah. Saya menduga itu bukan pernyataan yang sebenarnya, kemungkinan karena tekanan. Saya sangat mengenal karakter anak saya,” tegasnya.
Keluarga juga mengaku mencurigai adanya pihak-pihak tertentu yang diduga sengaja menyembunyikan Sridevi untuk kepentingan tertentu, sekaligus memanfaatkan situasi dengan menyebarkan informasi yang dinilai sebagai hoaks.
Baca Juga : Viral Dikira Oknum TNI di Demo UMI, Danyonif 700 Tegaskan Pria dalam Video Bukan Anggota
“Kami menduga ada oknum yang sengaja menyembunyikan anak kami dan mengambil keuntungan dari situasi ini dengan membuat berita yang tidak benar,” lanjut HA.
Terkait hilangnya Sridevi, pihak keluarga telah resmi melaporkan kejadian tersebut ke Polda dan berharap aparat penegak hukum segera mengambil langkah.
“Kami sudah melaporkan ke Polda. Harapan kami anak kami segera ditemukan dan pihak-pihak yang memanfaatkan situasi ini bisa diproses sesuai hukum,” ujarnya.
Selain itu, keluarga juga berencana mengambil langkah hukum terhadap sejumlah media yang dinilai telah menyebarkan informasi tidak benar.
“Media yang membuat berita hoaks akan kami somasi agar ada efek jera, karena ini sangat mengganggu kami dan keluarga suaminya,” tutup HA.
Dengan adanya perkembangan ini, keluarga berharap publik dapat lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar serta menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang. (*)


Komentar