Pihak Bank BRI Unit Toddopuli Makassar Tak Hadiri Gelar Perkara di Polda Sulsel

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Kasus raibnya dana nasabah BRI unit Toddopuli Makassar, Sigit Prasetya, yang diduga kuat ada unsur kejahatan perbankan tersebut memasuki babak baru. Dugaan itu menguat saat gelar perkara khusus di Polda Sulsel, Senin (19/04/21) lalu.

Namun sayang gelar perkara tidak dihadiri pihak BRI Unit Toddopuli Makassar dan yang hanya dihadiri oleh Kasubdit II Ditreskrimsus, Ditreskrimum, Irwasda, Propam Polda Sulsel, Bidkum, Jatanras, pengawas penyidik, dan kabagwasidik Polda Sulsel

Tidak hadirnya dari pihak bank BRI unit Toddopuli Makassar ini menjadi tanda tanya besar, ada apa di tubuh bank plat merah tersebut.

Nasabah Bank BRI, Sigit Prasetya telah mendapatkan keputusan resmi dari Kapolda Sulsel untuk melimpahkan kasus tersebut dan ditangani langsung oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dimkrimsus) Polda Sulsel.

“Saya sangat mengapresiasi pihak kepolisian karena sudah ada titik terang artinya sedikit demi sedikit sudah mulai terbukti kejahatan perbankan yang dilakukan oleh BRI dan ini masuk dalam kejahatan khusus”, kata Sigit kepada media, rabu (21/4/21).

Namun Sigit sangat menyesalkan pihak BRI hingga gelar perkara dilakukan tidak ada satupun dari pihak BRI yang datang termasuk Ilman yang ditengarai salah satu otak dari kasus penggelapan dana tersebut.

baca juga : Polda Sulsel Akan Gelar Perkara Kasus Hilangnya Uang Tabungan di Bank BRI

“Ini ada apa kenapa BRI masih menyembunyikan bangkai busuk dalam internalnya, harusnya ada itikad baik untuk segera menyelesaikan masalah ini dan seharusnya menghadiri gelar perkara yang dilakukan Polda pada 19 April lalu,” ujar Sigit

Sementara di tempat yang berbeda, Kasubdit II Ditreskrimsus Polda Sulsel, AKBP Hamka menegaskan, hasil gelar perkara ini akan dilanjutkan ke Ditreskrimsus. Akan tetapi, mengenai gelar perkara tersebut pihaknya tidak ingin berkomentar banyak.

“Mudah-mudahan Ditrskrimsus Polda Sulsel bekerja dengan baik dan netral menangani kasus saya ini”, tutup Sigit Prastya. (dhani)