KORANMAKASSAR.COM — Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi pantas percaya diri menatap pertarungan Pilwalkot Makassar 2020. Pasangan ini mendapat dukungan dari berbagai lapisan masyarakat.
Salah satu komunitas relawan yang komitmen mendukung ADAMA–jargon Danny Pomanto-Fatmawati–adalah Komitmen Konsisten atau KoKo. Mereka sejak jauh hari telah mengukuhkan tim pemenangan.
Para pengurus dan anggota KoKo datang dari berbagai kalangan, terdiri atas tokoh pemuda, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama.
“Tidak ada lagi alasan untuk tidak bersatu padu dalam memenangkan Danny-Fatma,” kata Ketua KoKo, Abdul Rasyid, rabu (22/7/20)
Rasyid juga mengungkapkan optimismenya terhadap partai NasDem dan Gerindra yang telah memberikan dukungan penuh untuk Danny-Fatma.

“Semangat kami bertambah karena partai pengusung Danny-Fatma adalah partai yang betul-betul pro terhadap suara rakyat. Jadi NasDem dengan semangat restorasi kemudian Gerindra dengan semangat gerakan Indonesia raya, insyaallah akan membawa kita dalam gerakan perubahan untuk Makassar dua kali tambah baik,” beber Rasyid.
Dari kalangan anak muda, komunitas milenial bernama Relawan Muda Sulsel juga telah menyatakan dukungan. Relawan Muda Sulsel dihuni pemuda-pemudi. Mereka berjanji memenangkan ADAMA.
Relawan Muda Sulsel terbentuk sejak Januari 2017 melalui deklarasi di Warkop 212, Jalan Boulevard, Makassar. Menghimpun berbagai komunitas milenial.
baca juga : Ini Faktor Mengapa Danny-Fatma Paling Berpeluang Menang
“Kami sudah membangun komunikasi dengan beberapa kelompok anak muda di Makassar. Kami siap menjadi bagian untuk memenangkannya,” kata Koordinator Relawan Muda Sulsel, Abdul Jabbar.
Jabbar menilai, ADAMA merupakan paket komplementer alias saling melengkapi untuk memajukan Makassar. Pihaknya tak ragu memberikan dukungan.
“Keduanya sangat layak memimpin Kota Makassar. Pak Danny sebagai mantan wali kota telah membuktikan kepemimpinannya dalam membangun dan memajukan Makassar selama lima tahun terakhir.”
“Sementara, Ibu Fatma merupakan sosok politisi dan pengusaha yang memiliki pengalaman kepemimpinan. Seperti pernah menjadi anggota DPR dan menjadi ketua TP PKK Sidrap selama 10 tahun,” tutur Jabbar. (*)

