“Awalnya mereka melakukan Siaran Langsung di Fanpage FB yang beralamat Aliansi Mahasiswa Papua-AMP,” jelasnya.
Kepada media Hanif Musli mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh BMI adalah karena melihat aksi mereka selain mendukung kebebasan kelompok LGBT juga mendukung aksi para pemberontak Papua Merdeka. Hal ini terlihat dari adanya famplet yang berisikan tuntutan referendum untuk rakyat Papua di sana ada digambarkan bendera Bintang Kejora, simbol Papua Merdeka.
Kami selalu menghargai kebebasan berpendapat tetapi jika mereka mengunakan istilah itu untuk membenci negara dan mendukung gerakan pemberontak Papua maka kamipun akan mengunakan istilah kekebasan berpendapat untuk membela negara kami dan membubarkan aksi-aksi yang bertujuan merongrong Negara.
baca juga : Ketua BMI Apresiasi Sikap Presiden Jokowi Cabut Lampiran Perpres Terkait Miras
Saya Berpesan kepada seluruh masyarakat kota Makassar agar terus memantau aksi ini karena ini sangat melecehkan Siri’ kita. Kita adalah negara yang beragama dan tidak ada satupun agama yang membenarkan hubungan sesama jenis. Anjing saja tidak sudi berhubungan dengan sesama jenis apalagi manusia .
Untuk itu kami menghimbau kepada para pemuda-pemudi di seluruh tanah air terkhusus Makassar, Ormas Islam maupun Ormas Nasional, lembaga apapun itu untuk sama sama menolak praktek LGBT dan menolak seluruh aksi yang bertujuan merongrong kedaulatan negara.
Hanif Muslim juga mengajak kepada seluruh masyarakat Makassar untuk bersama menolak aksi dukungan terhadap Papua Merdeka dan dukungan LGBT di tanah Sulawesi khususnya kota Makassar.
“Ini siri’ kita bersama,” tegasnya.

