Bonsai menurut Jarot, memang bisa memiliki harga yang tinggi. Hal itu dinilai wajar karena membuat bonsai membutuhkan effort yang luar biasa baik itu keahlian personal, ketelatenan maupun waktu yang begitu panjang.
“Bagaimana pohon di alam, kita tanam di pot dengan dimensi lebih kecil namun menyerupai aslinya di alam, dan terpenting hidup sehat. Ini yang sangat sulit dan membutuhkan waktu lama sehingga harga bonsai bisa sangat mahal,” sambung dia.
Di dunia perbonsaian, pohon diklasifikasikan dalam beberapa grade mulai pohon prospek, pohon silver, gold, platinum dan diamond. Pohon-pohon harus melewati tahapan demi tahapan untuk bisa mencapai grade tertinggi dan hal tersebut tidak mudah, tergantung keahlian dalam perawatannya.
“Jadi bisa pohon yang semula seharga miliaran Rupiah, kalau perawatannya tidak bagus, dijual Rp 100 juta saja tidak akan laku. Tidak mudah memang effort merawat bonsai ini, jadi memang harganya bisa tinggi namun subjektif sekali,” lanjut Gunardi.
Festival Bonsai Nasional Piala Raja sendiri dilaksanakan dengan banyak kegiatan. Antara lain edukasi bonsai hingga jual beli seputar bonsai. Dukcapil***

