Jusuf Kalla ; Damai adalah Dasar Interaksi Sosial Umat Islam

Dalam forum dan sesi yang sama, selaku peserta konferensi, Hamid Awaludin, mantan Menteri Hukum dan HAM, berbicara tentang persepsi keliru mengenai diskriminasi dan pemarjinalan perempuan di masyarakat Islam. Banyak orang yang gagal paham mengenai ini. Ajaran islam mengenai perempuan sangat jelas, kata Hamid, sembari mengutip Hadis Nabi: “Surga terlketak di bawah kaki Ibu.” Ini adalah sebuah sikap tegas Islam bagaimana perempuan itu diberi tempat paling berharga. Surg aitu kan tujuan semua orang yang beragama. Dan surga berada pada Ibu, lanjut Hamid lagi.

Masalah persepsi keliru mengenai ajaran Islam yang dinilai sangat diskriminatif terhadap perempuan, itu bergantung pada proses evolusi sejarah masyarakat Islam. Di masyarakat tradisional yang pola hidupnya adalah adalah memburu atau Bertani, di situ terjadi pembagian kerja (division of labor) yang sangat ekstrim antara tugas kaum pria dan tugas kaum perempuan. Pembagian kerja yang ekstrem tersebut acapkali dipersepsikan sebagai diskriminatif dan tidak adil. Ini proses sejarah dan adat. Bukan soal ajaran Islam.

Namun, bila kita melihat masyarakat Islam sekarang yang masuk dalam kategori industry, atau setidaknya bukan negara agraris, pembagian kerja yang ekstrim itu tidak lagi dikotomis, tetapi saling melengkapi. Nah, dalam konteks inilah seytogianya kita arif menyikap agenda diskriminasi perempuan dalam perspektif Islam,” tegas Hamid Awaludin. (*)