“Pak Pangkogabwilhan, nanti kolam ini diisi dengan ikan yang banyak ya,” pinta Doni disambut tawa rombongan.
Selain kolam pancing, pihak BPSDM juga menyediakan fasilitas jogging track, tempat fitnes dan hiburan lainnya untuk meningkatkan imunitas selama menjalani observasi.
Dalam kesempatan yang sama, Muhadjir Effendy yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) memberi apresiasi terhadap Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang telah mengupayakan BPSDM sebagai pusat observasi COVID-19.
Muhadjir mengatakan bahwa nantinya pusat observasi serupa diperbanyak dan diduplikasi di sejumlah daerah di Jawa Timur seperti Sidoarjo dan Gresik, yang hingga hari ini masih melaporkan adanya penambahan kasus COVID-19 cukup tinggi.
baca juga : Ketua Gugus Tugas Tinjau Kesiapan Balai Jasa Konstruksi IV Surabaya
“Nantinya ini akan diduplikasi ke beberapa daerah di Jawa Timur,” jelas Muhadjir.
Adapun rumah pusat observasi COVID-19 BPSDM Jawa Timur tersebut difungsikan untuk menampung masyarakat yang menjalankan proses observasi dan isolasi pasien dengan suspek COVID-19. Selain itu, Rumah Pusat Observasi tersebut juga menjadi rujukan masyarakat yang diketahui reaktif usai menjalani rapid test, sembari menunggu jadwal tes swab hingga hasilnya keluar.
Sejak bulan Mei hingga Juli 2020, sebanyak 645 orang telah menjalani proses observasi di BPSDM. Pada hari yang sama, tercatat ada 37 orang yang sedang menjalani observasi.
Usai meninjau rumah pusat observasi BPSDM, Doni beserta rombongan kemudian menuju Rumah Sakit Lapangan Indrapura untuk melakukan monitoring dan rapat secara tertutup dengan Kogabwilhan II.
Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional

