KORANMAKASSAR.COM — Dalam ajaran Islam, setiap amalan memiliki makna dan keutamaan tersendiri. Salah satu amalan yang sering kali terlupakan oleh sebagian umat adalah shalat Tahiyatul Masjid — shalat sunnah dua rakaat yang dilakukan ketika seorang Muslim memasuki masjid sebelum duduk.
Shalat ini bukan hanya sekadar rutinitas, melainkan bentuk penghormatan kepada rumah Allah (masjid), tempat yang dimuliakan dan dijadikan pusat ibadah umat Islam.
Makna dan Dalil Shalat Tahiyatul Masjid
Kata tahiyyatul masjid berarti penghormatan terhadap masjid. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Apabila salah seorang di antara kalian masuk masjid, maka janganlah ia duduk sebelum shalat dua rakaat.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa shalat Tahiyatul Masjid merupakan adab penting yang disunnahkan bagi setiap Muslim saat memasuki masjid. Tujuannya adalah menyambut rumah Allah dengan ibadah, bukan hanya dengan duduk diam atau berbincang.
Baca Juga : Pentingnya Belajar Ilmu Fikih: Fondasi Kehidupan Muslim yang Taat dan Cerdas
Waktu Pelaksanaan
Shalat Tahiyatul Masjid dapat dilakukan setiap kali memasuki masjid, baik siang maupun malam, kecuali pada waktu-waktu yang dilarang untuk shalat (misalnya setelah shalat Subuh hingga matahari terbit, atau setelah shalat Asar hingga matahari terbenam).
Namun, jika seseorang masuk masjid dan langsung ikut shalat wajib berjamaah, maka itu sudah dianggap menggugurkan Tahiyatul Masjid. Sebab, hakikatnya ia sudah menunaikan ibadah shalat di dalam masjid.
Tata Cara Shalat Tahiyatul Masjid
Shalat ini dilakukan dua rakaat tanpa adzan atau iqamah.
Niatnya cukup di dalam hati:
“Ushalli sunnatat tahiyyatil masjid rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.”
Artinya: Aku niat shalat sunnah Tahiyatul Masjid dua rakaat karena Allah Ta‘ala.
Bacaan dalam shalat ini sama seperti shalat sunnah lainnya:
- Membaca Al-Fatihah dan surat pendek di setiap rakaat,
- Rukuk, sujud, dan salam seperti biasa.
Tidak ada bacaan khusus yang diwajibkan.
Baca Juga : Keutamaan Shalat Jumat: Hari Mulia yang Penuh Berkah bagi Umat Islam
Hikmah dan Keutamaannya
- 🕌 Bentuk adab dan penghormatan terhadap rumah Allah.
Masjid adalah tempat suci. Shalat Tahiyatul Masjid menunjukkan rasa hormat seorang hamba kepada tempat ibadahnya. - 🤲 Mendekatkan diri kepada Allah sebelum beraktivitas di masjid.
Shalat ini menenangkan hati dan mempersiapkan diri untuk dzikir, tilawah, atau mendengarkan khutbah. - 🌿 Menambah pahala dan menghapus kelalaian.
Setiap langkah menuju masjid dan shalat sunnah yang dilakukan di dalamnya bernilai kebaikan di sisi Allah SWT. - ❤️ Melatih kepekaan spiritual dan kedisiplinan.
Orang yang terbiasa menjaga adab di masjid akan cenderung menjaga adab di tempat lain.
Penutup
Shalat Tahiyatul Masjid adalah amalan ringan namun penuh makna. Ia mengajarkan umat Islam untuk selalu menghormati tempat ibadah dan menjaga kekhusyukan di rumah Allah.
Rasulullah ﷺ telah memberi contoh nyata bahwa setiap langkah menuju masjid harus disertai adab dan ibadah. Maka, sebelum duduk di masjid, sempatkanlah dua rakaat singkat — tanda cinta dan hormat kita kepada Allah SWT.
“Dua rakaat sebelum duduk di masjid, kecil di mata manusia, tapi besar di sisi Allah.”

