MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Kota Makassar berhasil menembus 10 besar kota paling toleran di Indonesia untuk kategori kota berpenduduk di atas satu juta jiwa.
Capaian ini merujuk pada Indeks Kota Toleran (IKT) 2026 yang dirilis SETARA Institute di Jakarta.
Prestasi tersebut menunjukkan peningkatan signifikan, setelah sebelumnya Makassar berada di posisi ke-52 pada 2024 dan melonjak ke peringkat ke-9 pada 2025.
Pencapaian ini mencerminkan konsistensi kebijakan Pemerintah Kota Makassar dalam menjaga harmoni dan keberagaman.
Ketua FKUB Makassar, Prof. Arifuddin Ahmad, menilai keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi kuat antara pemerintah, birokrasi, dan masyarakat dalam merawat toleransi.
Baca Juga : Wali Kota Munafri Dorong Makassar Jadi Pusat Touring HDCI Sulawesi, Siap Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata
Ia menegaskan pentingnya menjaga konsistensi, memperluas dialog lintas agama, serta memperkuat komunikasi sosial.
Ketua Badan Pengurus SETARA Institute, Ismail Hasani, menyebut lonjakan peringkat Makassar sebagai indikator kemajuan nyata dalam praktik dan kebijakan toleransi.
Studi IKT sendiri telah dilakukan sejak 2015 di 98 kota untuk mengukur komitmen daerah dalam mengelola keberagaman.
Sementara itu, Kepala Kesbangpol Makassar, Fathur Rahim, menegaskan capaian ini merupakan hasil kerja kolektif berbagai pihak.
Baca Juga : SPMB 2026 Makassar Go Digital, Daftar Sekolah Kini Cukup Lewat LONTARA+
Sejumlah langkah konkret telah dilakukan, seperti fasilitasi kegiatan keagamaan, dukungan hibah untuk organisasi keagamaan, penguatan peran FKUB, serta penetapan 10 Kelurahan Sadar Kerukunan sebagai wilayah percontohan.
Penghargaan Harmony Award 2025 yang diraih FKUB Makassar turut memperkuat posisi kota ini sebagai daerah yang berhasil menjaga kerukunan antarumat beragama.
Capaian ini menegaskan Makassar tidak hanya berkembang sebagai kota metropolitan, tetapi juga sebagai ruang hidup yang menjunjung tinggi toleransi, inklusivitas, dan kebersamaan. (*)


Komentar