Munafri Gaungkan Makassar Kota Bebas Asap Rokok di Forum Dunia, Perketat Aturan Tembakau dan KTR

JAKARTA, KORANMAKASSAR.COM — Kota Makassar kembali menunjukkan kiprahnya di panggung internasional. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dipercaya tampil sebagai pembicara dalam forum bergengsi Asia Pacific Cities Alliance for Tobacco Control (APCAT) Summit yang digelar di Jakarta, Senin (26/1/2026).

Forum yang diikuti delegasi dari 10 negara Asia Pasifik ini menjadi ajang berbagi strategi dan praktik terbaik dalam membangun kota sehat melalui pengendalian tembakau.

Kehadiran Munafri bukan sekadar peserta, melainkan sebagai kepala daerah yang mempresentasikan langsung kebijakan konkret Makassar dalam penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Di hadapan para pemimpin daerah dan delegasi internasional, Munafri menegaskan komitmen Makassar membangun lingkungan bebas asap rokok.

Sejumlah langkah tegas telah diterapkan, seperti pelarangan iklan rokok di ruang publik, penetapan Balai Kota sebagai area bebas rokok, hingga penguatan regulasi daerah.

Makassar sendiri telah memiliki Perda KTR sejak 2013. Namun, Pemkot kini tengah merevisi aturan tersebut agar lebih relevan, lengkap, dan memiliki sanksi tegas.

“Regulasi tidak boleh hanya di atas kertas. Harus ada pengawasan dan penegakan nyata di lapangan,” tegas Munafri.

Selain itu, Pemkot Makassar juga membatasi akses penjualan rokok, terutama di sekitar sekolah, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, dan ruang publik. Kebijakan ini ditujukan untuk melindungi kelompok rentan seperti anak-anak dan remaja.

Larangan merokok juga diperluas bagi pekerja sektor publik selama menjalankan tugas, demi menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan profesional.

Munafri mengakui, tantangan terbesar terletak pada pengawasan dan perubahan perilaku masyarakat. Karena itu, selain pendekatan regulatif, edukasi publik terus diperkuat.

Ia juga menyoroti perkembangan produk tembakau modern seperti rokok elektrik yang membutuhkan aturan lebih rinci dan komprehensif.

“Ke depan, akan ada kawasan yang sama sekali steril dari pengaruh tembakau, seperti kawasan pendidikan, kesehatan, dan keagamaan,” ujarnya.

Partisipasi Makassar di APCAT Summit menegaskan posisi kota ini sebagai salah satu daerah yang progresif dalam kebijakan kesehatan publik.

Baca Juga ; APCAT Summit Jadi Panggung Makassar Suarakan Kota Sehat dan Bebas Rokok

Tak hanya berbenah di tingkat lokal, Makassar juga aktif berkontribusi dalam agenda kesehatan perkotaan di level regional dan internasional.

Munafri menekankan bahwa pengendalian tembakau adalah investasi masa depan generasi muda.

“Ini tentang masa depan anak-anak kita. Semua pihak harus terlibat agar kebijakan ini berjalan konsisten dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota turut didampingi Kepala Dinas Kesehatan Makassar dr. Nursaidah Sirajuddin dan Kepala Bagian Protokol Setda Makassar Andi Ardi Rahadian. (*)