Penjelasan Musytasyar Dinny KH Moqsith tentang Wukuf di Arafah dan Keutamaannya

Untuk ibadah fi’li tindakan wukuf ini, lanjut Moqsith, adalah tindakan yang pasif, tidak aktif seperti tawaf atau sa’i. “Saat wukuf, jemaah haji cukup berdiam diri saja. Jemaah cukup duduk, berdoa dan berdzikir kepada Allah Swt. Meminta semua yang dibutuhkan oleh jemaah,” kata Moqsith.

Moqsith mengatakan, Arafah adalah bukan bagian dari Makkah, berbeda dengan Muzdalifah dan Mina yang masih menjadi bagian dari Makkah. Namun Nabi Muhammad saw bersabda, sebaik-baik doa adalah dk Arafah. Karena itu, Moqsith mengimbau kepada jemaah agar memanjatkan doa sebaik-baiknya dan sebanyak-banyaknya saat wukuf.

“Arafah adalah perjumpaan langsung anatar Allah dan hamba-Nya. Maka berdoalah sebaik mungkin. Mendoakan orang lain dengan baik,” kata Moqsith.

Mengingat sucinya wukuf ini, Moqsith mengimbau jemaah, selama di Arafah agar tidak mencaci orang lain. “Berdoa yang baik saja untuk orang lain, jangan mencaci dan Jangan melakukan melaknat. Karena Nabi Muhammad saw bersabda, tidak boleh mencaci ayam, karena ia yang membangunkan kita saat subuh, apalagi mencaci orang lain. Jangan juga bertransaksi jual barang saat wukuf di Arafah,” kata Moqsith.

baca juga : 203.309 Visa Jemaah Haji Reguler Indonesia Sudah Terbit

Tidak Keluar Tenda

Selama di Arafah, jemaah akan salat Dzuhur berjamaah dan mendengarkan khutbah, dilanjutkan berdoa. Selain berdoa, jemaah diimbau untuk memperbanyak zikir dan membaca Alquran.

Moqsith mengimbau jemaah agar selama di Arafah, jemaah cukup berdiam diri di dalam tenda. “Karena cuaca ekstrem,kami imbau jemaah untuk wukuf di dalam tenda. Kecuali ingin ke toilet,” pesannya.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah, jemaah haji wajib menjaga larangan ihram saat wukuf Arafah. “Seluruh jemaah haji wajib meninggalkan hal-hal yang diharamkan Ihram saat wukuf di Arafah,” pungkasnya. (*)