Menurutnya, ilmu bukan hanya dibutuhkan dalam urusan agama, tetapi juga dalam kehidupan berumah tangga dan bermasyarakat. Bahkan, menjadi seorang istri dan ibu pun membutuhkan ilmu agar mampu menjalankan peran dengan bijak dan benar.
“Ibu-ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Maka jika seorang ibu berilmu, insyaAllah anak-anaknya juga akan tumbuh menjadi insan yang cerdas dan berakhlak,” ujar Uztad Musaffir.
Selanjutnya, Ustadzah Astary Resmayanti membawakan materi tentang kecintaan terhadap Al-Qur’an yang diawali dengan mengenal huruf-huruf hijaiyah dan memahami tajwid sebagai landasan utama membaca Al-Qur’an dengan benar.

Ia menekankan bahwa membaca Al-Qur’an dengan tajwid yang tepat merupakan amalan yang berpahala besar, dan setiap muslim wajib mempelajari kaidah-kaidahnya, termasuk makharijul huruf atau tempat keluarnya huruf dalam pelafalan.
“Ketelitian dalam membaca Al-Qur’an tidak hanya menjamin keindahan bacaan, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan terhadap firman Allah,” jelasnya.
baca juga : TP PKK Kota Makassar Bekali UMKM dengan Literasi Keuangan dan Digital
Ia juga mengajak para peserta untuk terus mencintai Al-Qur’an dan membiasakan diri membacanya setiap hari, agar hati senantiasa terjaga dari hal-hal yang sia-sia dan jauh dari cahaya hidayah.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Peserta antusias berdiskusi dan mengajukan pertanyaan seputar materi, terutama terkait peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat. (*)

