Upaya Penanganan Darurat Pascabanjir Bandang Luwu Terus Berjalan

Dampak Bencana

BPBD Kabupaten Luwu mencatat lokasi terdampak sebanyak lima kecamatan. Kelima kecamatan tersebut antara lain Kecamatan Walenrang Timur (Desa Kendekan, Rante Damai, Suka Damai, Taba, Seba-Seba), Lemasi Timur (Seriti, Pelalan, Pompengan dan Pompengan Timur), Walenrang Utara (Sangtadung dan Bolong), Walenrang Barat (Ilan Batu) dan Walenrang (Bulo).

Bencana banjir bandang yang disertai tanah longsor di Kabupaten Luwu memberikan dampak korban jiwa dan kerusakan bangunan. Tercatat 771 KK atau 3.084 jiwa terdampak. Sedangkan kerugian material meliputi rumah rusak berat 5 unit, rumah terancam 2, terdampak 771 dan 14 titik tanggul jebol sepanjang 150 m. Pada bencana longsor, BPBD mengidentifikasi rumah rusak berat 2 unit di Desa Ilan Batu, Kecamatan Walenrang Barat. Di samping itu, warga kehilangan aset berupa lahan terdampak 1.432 ha dan hewan ternak hanyut 15 ekor.

Banjir Bandang Luwu

Kejadian yang menerjang Kabupaten Luwu berlangsung pada Minggu (3/10), pukul 16.30 waktu setempat. Peristiwa ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi sehinggi debit air Sungai Batusitanduk meluap deras.

Sementra itu, merespons situasi darurat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirimkan personel untuk pendampingan Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Banjir Bandang Kabupaten Luwu. BNPB juga mengirimkan sumber daya, yaitu bantuan logistik berupa makanan siap saji 1.593 paket, lauk pauk 1.593 paket, makanan tambahan gizi 1.593, sabun mandi 3.024 buah dan perahu polyethylene 2 unit. Selain itu, untuk mendukung penanganan Covid-19, BNPB mengirimkan masker 100.000 buah, sabun cari 20.000 dan hand-sanitizer 20.000 dan sabun batang 20.000.