YOGYAKARTA, KORANMAKASSAR.COM —Semangat dakwah dan syiar Islam mewarnai langkah 113 siswa SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (SMA Muhi) pada Ramadhan 1447 H.
Ratusan siswa tersebut diterjunkan sebagai mubaligh hijrah untuk mengisi kegiatan keagamaan di masjid-masjid Muhammadiyah di dua wilayah, yakni Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman dan Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta.
Sebanyak 50 siswa bertugas di masjid-masjid Muhammadiyah wilayah Minggir, Sleman, sementara 63 siswa lainnya mengemban amanah dakwah di wilayah Tegalrejo, Yogyakarta.
Selama Ramadhan, para mubaligh muda ini menjalankan berbagai peran strategis, mulai dari menjadi imam shalat, menyampaikan kultum, memandu tadarus Al-Qur’an, membantu pesantren kilat, hingga mendampingi TPA menjelang waktu berbuka puasa.

Program Mubaligh Hijrah Ramadhan merupakan agenda pengabdian siswa yang dirancang untuk melatih peran dakwah secara langsung di tengah masyarakat.
Para siswa “berhijrah” sementara dari lingkungan sekolah menuju masyarakat untuk menyebarkan nilai-nilai Islam melalui dakwah, keteladanan akhlak, serta pelayanan keagamaan di masjid.
Program ini tidak hanya mengasah kemampuan ceramah, tetapi juga membentuk kepedulian sosial dan kedewasaan spiritual.
Koordinator program, Isnanto Widi Putranto, M.Pd.I, menjelaskan bahwa persiapan kegiatan telah dilakukan sejak tiga bulan sebelum Ramadhan. Proses seleksi dilaksanakan secara ketat dan menyeluruh.
Baca Juga : Borong 29 Medali, SMA MUHI Yogya Juara Umum OlimpicAD ke 8 di Makassar
“Seleksi meliputi tes membaca Al-Qur’an, praktik bacaan shalat dan wudhu, wawancara, penguasaan wawasan Islam, serta penilaian aspek kepribadian,” jelasnya.
Sebelum diterjunkan ke lokasi tugas, seluruh peserta mengikuti pembekalan intensif yang mencakup pendalaman ibadah, penguatan akhlak, teknik komunikasi efektif, public speaking, serta pemahaman kondisi sosial masyarakat setempat.
“Pembekalan ini penting agar siswa tidak hanya siap secara materi dakwah, tetapi juga matang dalam bersikap dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan masyarakat,” tambahnya.
Kepala SMA Muhi, Drs. H. Herynugroho, M.Pd., menegaskan bahwa program mubaligh hijrah merupakan bagian dari strategi pendidikan karakter sekaligus penguatan kompetensi abad ke-21.

