PINRANG, KORANMAKASSAR.COM — Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Pinrang merasakan dampak positif dari penyelenggaraan Adventure Culture Pinrang International Folklore Festival 2025. Festival berskala internasional ini dinilai menjadi peluang emas untuk meningkatkan ekonomi lokal, terutama bagi pelaku usaha kerajinan tangan dan kuliner.
Sejumlah pelaku UMKM mengakui adanya lonjakan signifikan pada pendapatan harian selama festival berlangsung.
Salah satu pedagang es jeruk, Ibu Rena, mengatakan omzetnya meningkat hingga lebih dari 10 kali lipat selama festival.
“Penghasilan harian bisa sampai Rp500.000. Biasanya hanya Rp50.000 sampai Rp100.000. Kami sangat menyambut kegiatan seperti ini dan berharap Pinrang bisa jadi tuan rumah lagi dengan acara yang lebih meriah,” ujar Rena, Senin (24/11/2025).
Baca Juga : Wali Kota Makassar Hadiri Pembukaan Festival Phinisi 2025 di Bulukumba
Peningkatan serupa juga dirasakan oleh para pelaku kerajinan. Adriani, salah satu pengrajin lokal, mengaku antusiasme masyarakat sangat tinggi, khususnya dari kalangan pelajar dan ibu rumah tangga.
“Alhamdulillah, banyak yang tertarik dengan produk handmade seperti gantungan kunci, makrame, manik-manik, sampai kerajinan kawat bulu. Penjualannya meningkat jauh dibanding hari biasa,” ungkapnya.
Festival ini terbukti mendorong peningkatan kunjungan, interaksi, hingga transaksi produk-produk lokal. Para pelaku UMKM menilai keberadaan festival internasional tersebut memberikan manfaat ekonomi nyata sekaligus memperkenalkan hasil karya mereka ke khalayak lebih luas.
Meskipun demikian, para pelaku UMKM berharap pemerintah daerah memberi perhatian lebih terhadap sektor usaha kecil, khususnya produk-produk handmade.
“Kami berharap usaha kecil seperti ini lebih dirangkul. Ini bukan hanya soal pendapatan, tapi juga untuk memotivasi generasi muda agar kreatif dan bisa menghasilkan karya sendiri, bukan hanya menjadi konsumen,” harap Adriani.
Baca Juga : Hadir di Expo Kreatif Andalan Sulsel, Ketua Dekranasda Makassar Support Booth UMKM Perkuat Perajin Lokal
Secara keseluruhan, masyarakat dan pelaku UMKM memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan festival.
“Kami sangat mendukung bila Pemerintah Daerah Pinrang menjadikan festival ini sebagai agenda tahunan. Bahkan kalau bisa ditingkatkan lagi tahun depan,” ungkap para pelaku UMKM dengan penuh harapan.
Festival Folklore Internasional ini diharapkan terus menjadi motor penggerak ekonomi kreatif di Kabupaten Pinrang, sekaligus membuka peluang promosi produk lokal ke tingkat global. (*)

