Pra May Day Makassar Memanas, Buruh hingga PKL Turun Jalan Tuntut Keadilan

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Aksi Pra May Day 2026 di Makassar berlangsung dengan tensi tinggi. Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Gerakan Rakyat (KGR) bersama Aliansi Serikat Pedagang Pasar dan PKL turun ke jalan menyuarakan tuntutan hak hidup layak, penghentian penggusuran, serta keadilan bagi buruh dan masyarakat kecil.

Aksi ini menjadi ruang konsolidasi berbagai kelompok, mulai dari buruh, pedagang kaki lima (PKL), hingga mahasiswa.

Mereka menilai kondisi sosial-ekonomi saat ini semakin menekan kelompok masyarakat bawah, dengan isu seperti pemutusan hubungan kerja (PHK), sistem kerja kontrak dan outsourcing, hingga penggusuran PKL menjadi sorotan utama.

Dalam orasinya, perwakilan PKL Bandang, Budi, menyampaikan keluhan pedagang kecil yang merasa terus terdesak oleh kebijakan yang dinilai tidak berpihak.

Baca Juga : Jelang May Day 2026, Penertiban PKL di Makassar Picu Aksi Protes dan Sorotan Kebijakan

“Kami bukan penjahat, kami hanya mencari nafkah. Tapi kenapa terus digusur? Di mana negara saat rakyat kecil butuh perlindungan?” ujarnya.

Dari kalangan mahasiswa, Rahman menyoroti ketidakpastian masa depan generasi muda di tengah kondisi ekonomi saat ini.

“Buruh tidak sejahtera, PKL digusur, dan mahasiswa menghadapi masa depan tanpa kepastian. Ini bukan sekadar persoalan ekonomi, tapi krisis keadilan,” tegasnya.

Sementara itu, Emi dari Komite Perjuangan Rakyat Miskin menilai ketimpangan di perkotaan semakin tajam dan sistemik.

Baca Juga : May Day 2026 di Makassar Tanpa Demo, Pemkot dan Buruh Pilih Dialog di Karebosi

“Rakyat kecil terus menjadi korban kebijakan. Digusur tanpa solusi, ditinggalkan tanpa perlindungan,” katanya.

Seruan solidaritas juga disampaikan oleh perwakilan KPBI, Bung Tono, yang menekankan pentingnya persatuan lintas sektor.

“Buruh dan PKL menghadapi persoalan yang sama. Jika tidak bersatu, kita akan terus dilemahkan,” ujarnya.

Komentar