ENREKANG, KORANMAKASSAR.COM — Bupati Enrekang H. Muh. Yusuf Ritangnga secara resmi membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sulawesi Selatan yang digelar di Villa Bambapuang, Kotu, Jumat (15/5/2026).
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh DPC IMM Kabupaten Enrekang sebagai tuan rumah Rakorda DPD IMM Sulsel dengan mengusung tema “Sinergi Mengokohkan Gerakan”.
Dalam sambutannya, Bupati Enrekang H. Muh. Yusuf Ritangnga mengajak kader IMM untuk mengambil peran strategis sebagai motor penggerak pembangunan daerah.
Ia menegaskan bahwa mahasiswa sebagai bagian dari elemen pemuda memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk berkontribusi dalam pembangunan.
Baca Juga : Hardiknas 2026, Kadisdik Enrekang Tekankan Aksi Nyata Pendidikan
“Mahasiswa sebagai elemen pemuda diharapkan memberi sinergitas, menjadi motor penggerak dan motor perjuangan serta berperan dalam pembangunan daerah,” kata Yusuf Ritangnga.
Bupati juga menyoroti kondisi fiskal daerah yang saat ini tengah menghadapi tantangan akibat kebijakan efisiensi, sehingga berdampak pada keterbatasan ruang keuangan daerah.
“Saat ini kita menghadapi persoalan yang sangat kompleks di tengah adanya efisiensi, sehingga kondisi keuangan daerah sedang tidak baik,” ujarnya.
Untuk itu, ia mengajak seluruh elemen, termasuk mahasiswa, untuk ikut terlibat dalam proses pembangunan daerah melalui gagasan dan kontribusi pemikiran.
Baca Juga : Hardiknas dan HUT Otoda ke-30 di Enrekang, Bupati Tekankan Pendidikan Berkarakter dan SDM Unggul
“Enrekang membutuhkan orang-orang yang punya visi dan mampu menyumbangkan buah pikiran untuk kemajuan daerah,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PC IMM Enrekang, Muh. Zam Tito Pakarangi, menyerahkan Naskah Akademik Strategi Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Enrekang kepada Bupati Enrekang H. Muh. Yusuf Ritangnga sebagai bentuk kontribusi pemikiran dari kader IMM.
Penyerahan naskah akademik tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam Rakorda IMM Sulsel sebagai wujud nyata sinergi antara mahasiswa dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan yang lebih progresif dan berkelanjutan. (*)


Komentar