Sebab, demikian Dr.KH.Kaswad Sartono, kematian adalah musibah, dan semua orang dipastikan akan menemui kematian itu. Hanya saja, akhir-akhir ini sangat dirasakan kurangnya tenaga terampil untuk pengurusan jenazah. Tidak lain lantaran, belum tentu ada orang yang mau memandikan jenazah. Butuh keberanian, keterampilan, dan kemauan.
Senada dengan Dr. Aswad Kartono, Ketua BAZNAS Kota Makassar, H. Ashar Tamanggong mengharapkan, keterampilan atau keahlian pengurusan jenazah yang diperoleh melalui Pelatihan Kader Petugas Penyelenggara Jenazah ini nantinya ditularkan kepada orang lain. Termasuk agar, ke depan ada kaderisasi.
Ashar Tamangong juga mengurai berbagai Program yang sementara dilakukan dan akan dilakukan tahun depan. Gerakan Cinta Zakat (GCZ), salah satunya.
Program ini selain mendorong partisipasi masyarakat meningkatkan zakat, infak, dan sedekah, juga memastikan penyaluran yang tepat sasaran, atau betul-betul sampai kepada mereka yang membutuhkan.
baca juga : Wakil Bupati Enrekang hadiri Pembinaan Mualaf Baznas Enrekang
Program lainya adalah memberikan Bantuan Operasional Dhuafa Produktif. Bahkan, setiap Jumat, jelas Ketua Senat Fakultas Tarbiyah UMI Makassar, tahun 2017 ini, Baznas Kota Makassar juga memberikan Sedekah Jumat Tolak Bala, atau SEJUTA. Program SEJUTA ini berupa bahan makanan bagi pemulung yang berada di emperan jalanan, dan emperan toko.
“Kami juga melakukan khitanan bagi 500 anak dari keluarga kurang mampu. Program ini berlangsung hingga akhir tahun ini, dengan mengedepankan protokol kesehatan di masjid-masjid dengan jumlah peserta 50 anak,” tambah Ashar pada Pelatihan yang juga dihadiri Wakil Ketua II BAZNAS Kota Makassar, H.Jurlan Em Saho’as tersebut.
Selain materi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan praktek yang berlangsung satu hari. Ustadz Lukman Djamiad, S.Sos, praktisi Penyelenggaran Jenazah mempraktekkan cara Penyelenggaraan Pemandian jenazah, moderator adalah Nasrul Abdul Hamid,S.sos.
Titin Neriani

