Suasana forum semakin menguat saat Dewan Pembina TK Bagasi Makassar, Usman, menyampaikan kondisi buruh di lapangan.
“Mereka bekerja, tetapi sering merasa terpinggirkan. Tidak dipukul, namun tetap tersakiti karena hak mereka tidak jelas,” ungkapnya.
Usman menegaskan, buruh tidak menuntut hal berlebihan, melainkan keadilan dan kepastian.
“Kami hanya meminta status kerja yang jelas, pembagian kerja yang adil, dan tidak ada pihak yang serakah mengambil semua kesempatan,” katanya.
Baca Juga : Konferensi PUK Buruh Pelabuhan Makassar Sepakat Perkuat Organisasi dan Desak Kepastian Aturan Kerja
Dari konsolidasi tersebut, sejumlah tuntutan utama mengemuka, di antaranya transparansi perekrutan dan pembagian kerja, penghapusan praktik kerja “abu-abu”, penguatan organisasi buruh dan jalur advokasi permanen, pembukaan dialog resmi antara buruh, pengelola pelabuhan, dan pemerintah, serta pengawalan hukum terhadap dugaan pelanggaran.
Buruh pelabuhan menegaskan bahwa mereka bukan objek, melainkan tulang punggung rantai logistik nasional yang berhak atas kepastian, perlindungan, dan keadilan. (Restu)

