Fathoni berharap penanganan yang dilakukan harus bersama secara lintas desa dan wilayah, karena mencakup banyak desa di kecamatan tersebut.
“Paling tidak, mesti ada diskusi bersama Desa Cileungsi, Cileungsi Kidul, Cipenjo, Pasir Angin dan Limus Nunggal, bersama para pengembang, serta dinas terkait, baik PUPR maupun DPKPP,” tambahnya.
Pihaknya merasa perlu melibatkan pihak pengembang sebagai wujud pertanggungjawaban atas daerah yang mereka kelola.
baca juga : Jusuf Kalla Bersama Menperin RI Lepas Ekspor Garbarata Produk Asli Indonesia
“Hal ini juga saya sampaikan saat bertemu dengan Kades di saat reses, serta perwakilan warga Perumahan Villa Duta dan Pondok Damai beberapa waktu lalu,” lanjut Fathoni.
Oleh karena itu pihaknya berencana untuk coba menginisiasi forum diskusi bersama beberapa pihak, sehingga akan ditemukan solusi yang komprehensif.
Dan sekarang, lanjutnya lagi, sedang ada pengerjaan ruas Tol Cimanggis-Cibitung yang melewati Desa Pasir Angin, dan wilayah lainnya. Ada yang bisa diusulkan ke pengelola proyeknya agar dibuat sodetan dari area saluran permukiman ke Sungai Cileungsi melalui sisi jalur tol yang kebetulan ada di bawah permuakaan tanah.
Meskipun demikian, Fathoni melihat hal ini butuh keseriusan semua pihak agar bisa berjalan sebagaimana mestinya.
“Ini baru ide dan pandangan awal saya, semua harus didiskusikan dan dikaji secara lengkap dan teknisnya,” pungkasnya.
Kotributor Bogor : Heri.S

