Pasar Kalimbu Resmi Dipindah ke Terminal Malengkeri, Aktivitas Bongkar Muat Kini Lebih Tertib dan Lancar

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Pemerintah Kota Makassar melalui Perumda Terminal Makassar Metro resmi memusatkan aktivitas pasar bongkar muat sayur mayur dari kawasan Pasar Kalimbu atau Pasar Kubis ke Terminal Malengkeri, Kecamatan Tamalate.

Relokasi ini menjadi bagian dari upaya penataan kota agar aktivitas perdagangan lebih tertib tanpa mengganggu arus lalu lintas.

Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro, Elber Maqbul Amin, mengatakan sejak penertiban dilakukan pada 21 Mei 2026, mayoritas pedagang telah mulai beroperasi di Terminal Malengkeri.

“Alhamdulillah, hampir 90 persen pedagang bongkar muat sudah masuk dan beraktivitas di Terminal Malengkeri dengan tertib,” ujar Elber, Selasa (26/5/2026).

Baca Juga : Veteran Utara Ditertibkan, Pedagang Pasar Kalimbu Direlokasi Gratis ke Terminal Mallengkeri

Ia menyebut keberhasilan relokasi tidak lepas dari dukungan pemerintah kecamatan, Perumda Pasar, hingga unsur organisasi masyarakat yang turut membantu proses sosialisasi kepada para pedagang sebelum pemindahan dilakukan.

Menurut Elber, Terminal Malengkeri dipilih karena memiliki area yang luas dan steril sehingga dinilai lebih representatif untuk menampung aktivitas bongkar muat yang sebelumnya menggunakan badan jalan di kawasan Jalan Veteran Utara dan Pasar Kalimbu.

Selain mengurangi kemacetan dan kesemrawutan, relokasi ini juga diharapkan memberi kenyamanan bagi pedagang maupun pembeli karena aktivitas distribusi barang kini dipusatkan di lokasi dengan sistem pengaturan lalu lintas yang lebih baik.

Perumda Terminal sendiri telah menyiapkan area khusus bongkar muat, termasuk pembagian blok dan zona parkir untuk mengakomodasi kendaraan pedagang yang jumlahnya terus meningkat.

Baca Juga : Terminal Makassar Berbenah Total, Tiga Kawasan Disulap Lebih Tertib, Nyaman, dan Produktif

Awalnya, pihak terminal memperkirakan sekitar 308 kendaraan akan masuk ke area terminal. Namun realisasinya mencapai hampir 400 kendaraan.

“Kami menyiapkan skema awal sekitar 300 kendaraan, tetapi ternyata yang masuk hampir 400 unit. Karena itu dilakukan penataan per blok dan zona parkir agar semua tetap terakomodasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, tantangan utama saat ini adalah pengaturan kendaraan pembeli yang ikut masuk ke area terminal saat aktivitas bongkar muat berlangsung.

Komentar