Diduga Tanpa Prosedur, Orang Tua Siswa SMA Katolik Cendrawasih Tuntut Keadilan

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Sejumlah orang tua siswa menuntut keadilan atas dugaan tindakan sepihak yang dilakukan oleh pihak SMA Katolik Cendrawasih Makassar, yang berlokasi di Jalan Opu Daeng Siradju, Makassar. Peristiwa ini terjadi pada Jumat, 7 November 2025.

Kasus ini berawal ketika tiga orang siswa ditemukan berada di dalam kamar mandi sekolah. Salah satu dari mereka telah lebih dahulu keluar, sementara dua lainnya masih berada di dalam ruangan tersebut.

“Nah, dua siswa yang tertinggal itu kedapatan oleh guru membawa vape (rokok elektrik),” ungkap salah satu orang tua siswa.

Baca Juga : Kolaborasi Global SMA MUHI dan Sekolah Malaysia Wujudkan Pembelajaran Antarbudaya

Menurut keterangan orang tua, salah satu siswa berinisial AA (nama samaran) langsung dikeluarkan dari sekolah tanpa melalui tahapan sanksi sesuai peraturan, yakni Surat Peringatan (SP) 1, SP 2, dan SP 3.

“Anak saya langsung dikeluarkan, padahal temannya yang juga berada di WC dan sama-sama kedapatan membawa vape hanya diberikan surat peringatan pertama. Ini tidak adil,” ujarnya dengan nada kecewa.

Pihak orang tua juga menduga adanya unsur dendam pribadi antara oknum guru dan siswa tersebut, yang kemudian memengaruhi keputusan pihak sekolah.

“Kami menduga oknum guru memprovokasi kepala sekolah agar anak kami dikeluarkan. Padahal dia sudah kelas tiga dan sebentar lagi akan menghadapi ujian akhir. Kami akan menuntut keadilan,” tegasnya.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Resmikan Sekolah Al Azhar Summarecon

Sementara itu, pihak sekolah yang dikonfirmasi membenarkan adanya keputusan untuk mengeluarkan salah satu siswa berinisial AA.

“Iya, benar ada murid yang kami keluarkan,” ungkap Ibu Mita, selaku bidang kesiswaan SMA Katolik Cendrawasih, saat dikonfirmasi wartawan.

Pihak keluarga menyatakan masih menunggu tindak lanjut laporan yang telah disampaikan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

“Kami sudah laporkan ke KPAI, dan nama anak kami sengaja disamarkan sambil menunggu hasilnya,” tutup orang tua siswa tersebut. (Dhany)