Diserang Hama dan Cuaca Ekstrem, Hasil Panen Padi di Pinrang Anjlok Drastis

PINRANG, KORANMAKASSAR.COM –  Ketua Kelompok Tani Sipakainga, Muhammad Jupri, mengungkapkan penurunan drastis hasil produksi padi di wilayahnya pada musim tanam kali ini.

Hal tersebut disampaikannya saat ditemui di area persawahan Awan-awan, Kelurahan Sipatokkong, Kecamatan Watang Sawito, Kabupaten Pinrang.

Jupri menjelaskan, sedikitnya tiga kelompok tani di Kelurahan Sipatokkong terdampak parah akibat serangan hama serta kondisi cuaca yang tidak bersahabat.

“Kondisi ini sangat memprihatinkan. Hasil panen tertinggi saat ini hanya sekitar 4,1 ton per hektar, jauh dari kondisi normal yang biasanya mencapai 9,2 ton, bahkan pernah hingga 12 ton per hektar,” ujarnya, Rabu (15/4/26).

Baca Juga : Satu Tahun Irwan–Sudirman Pimpin Pinrang, Deretan Prestasi dan Program Nyata Mulai Dirasakan Warga

Lebih memprihatinkan lagi, lanjut Jupri, terdapat lahan yang hanya mampu menghasilkan sekitar 200 kilogram per hektar akibat tingkat serangan yang sangat tinggi.

Ia memaparkan, penyebab utama anjloknya produksi adalah serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), khususnya hama penggerek batang serta penyakit hawar daun bakteri (kresek).

Kondisi ini diperparah oleh curah hujan tinggi sejak masa tanam hingga fase pembuahan.

“Kelembapan tinggi akibat hujan mempercepat perkembangan penyakit dan pergerakan hama,” jelasnya.

Selain faktor alam, Jupri juga mengakui adanya keterlambatan jadwal tanam yang tidak sesuai dengan ketetapan pemerintah daerah.

Hal ini dipicu oleh upaya penyeragaman waktu tanam dengan wilayah hilir guna mengantisipasi serangan hama tikus, serta adanya proyek rehabilitasi saluran irigasi di wilayah Saddang yang menghambat proses pengolahan lahan.

Baca Juga : HMI Pinrang Soroti Transparansi PPJU, Banyak Jalan Gelap Dipertanyakan

Ia juga secara terbuka mengakui adanya faktor kelalaian petani dalam pengendalian hama, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Pengendalian sempat terabaikan menjelang Lebaran, padahal kami sudah diingatkan oleh penyuluh pertanian lapangan,” ungkapnya.

Menyikapi kondisi tersebut, Kelompok Tani Sipakainga berharap adanya perhatian dan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Pinrang, khususnya dalam bentuk bantuan benih untuk musim tanam berikutnya.

“Harapan kami kepada Bapak Bupati dan pemerintah daerah, kiranya dapat membantu benih padi agar kami bisa bangkit kembali dan meningkatkan produksi,” harap Jupri.

Meski menghadapi kondisi sulit, Jupri tetap mengajak para petani untuk bersabar dan menjadikan pengalaman ini sebagai bahan evaluasi demi hasil yang lebih baik pada musim tanam mendatang. (*)