oleh

EK LMND, FNPBI dan DPK API Kartini Makassar : Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan

-BERITA-178 views

KORANMAKASSAR.COM — Ratusan masyarakat bersama mahasiswa unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Prov. Sulsel Jl. Urip Sumoharjo Kel. Karangpuang Kec. Panakukang Kota Makassar, mereka mengatasnamakan dirinya dari DPK SRMI Makassar, EK LMND Makassar, FNPBI Kota Makassar dan DPK API Kartini Makassar, senin (21/10/19).

Aksi tersebut yang dipimpin oleh Muh. Ikra  dan Rosnia, HM dan dalam rangkat terkait penolakan kenaikan iuran BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan.

Dari pantauan awak media, massa aksi tampak melakukan orasi secara bergantian dengan soundsistem, menggunakan kendaraan pickup warna biru dengan No.pol DD 8795 IU, sebagai panggung orasi, mengibarkan bendera lembaga dan bendera Merah Putih.  Membagikan selebaran pernyataan sikap serta membentangkan spanduk bertuliskan kritikan-kritikan kepada pemerintah.

Massa aksi juga menuntut, evaluasi dan audit sistem BPJS tolak kenaikan iuran BPJS, tolak RUU ketenagakerjaan. wujudkan jaminan kesehatan sejati dan menangkan Pancasila.

“Kami menolak UU yang dibuat oleh pemerintah tanpa melibatkan rakyat karena hasilnya akan memberatkan dan merugikan masyarakat. Dengan basis kekuatan massa yang tidak maksimal ini adalah sebagai bentuk dari komitmen kita yang merupakan kelompok-kelompok yang membela rakyat untuk tetap berjuang demi kepentingan Rakyat”, ucap Ikra dalam orasinya.

baca juga : Front Mahasiswa Makassar Desak Agar BPJS Dibubarkan

Ikra juga menghimbau Ibu-ibu dan Bapak-bapak jangan minder kalau menggunakan KIS dan tidak dilayani oleh rumah sakit karena kesehatan tetap ditanggung oleh negara. Pemerintah seharusnya menciptakan sistem yang berbasis masyarakat untuk menciptakan masyarakat yang adil dan sejahtera.

Sementara Rosnia menambahkan, bahwa dengan adanya kenaikan BPJS maka akan ada banyak yang mengalami penunggakan dan Rakyat akan di didatangi rumahnya untuk membayar BPJS tersebut, program JKN yang dijalankan oleh BPJS Kesehatan mengalami defisit dan kami menginginkan pemerintah Sulsel untuk menerima kami dan mencari solusinya dan sama-sama memikirkan nasib rakyat. (WISNU)

Loading...

News Feed