Sementara itu Baby Harlina salah satu aktivis FIB naik ke atas mobil komando dan menyumbangkan puisi sebagai kritik dan sindirian atas lambatnya Polri yang tidak menangkap TS.
Berikut puisi yang di bacakannya dengan judul Korupsi Lagi.
“Korupsi lagi, korupsi lagi, duh rasanya bosan mendengar ini. Sampai kapan negri ini akan terbebas dari korupsi,” katanya dengan suara menggelegar.
“Ah rasanya kalian semua tutup mata akan hal ini. Wahai para pejabat-pejabat yang terhormat, coba kalian lihat rakyat yang kelaparan dan menderita disaat kondisi seperti ini. Kenapa kalian harus melindungi,” lanjut Baby Herlina penuh menggebu.
baca juga : Wakil Jaksa Agung Ungkap Uang Rp 546 M di Kasus Djoko Tjandra
“Para koruptor yang menghabiskan uang negara yang seharusnya bisa digunakan untuk rakyat. Tidak sadarkah kalian digaji oleh uang rakyat dan kalian dengan menutup mata melenggangkan para koruptor,” baca perempuan berhijab ini.
“Wahai bapak-bapak pejabat dari kepolisian jangan menutup mata, kalian adalah pengayom bagi kami, harus kemana nantinya kami harus mengadu apabila kalian membantu para koruptor,” sindir Baby Herlina.
“Jadikan lah citra bhayangkara menjadi lebih baik dan mesra kembali dengan kami masyarakat bawah,” tertanda Baby Herlina di Mabes Polri, 11 September 2020 menutup puisinya.
Aksi ini berakhir dengan damai dan bubar dengan rapi dengan kawalan polisi. Para demonstran membawa poster-poster bergambar TS yang di silang merah sebagai tanda protes. Mereka juga membentangkan dua spanduk panjang menutupi barisan massa yang menjaga jarang antara satu dan lain. (red)
Penulis: RB. Syafrudin Budiman, SIP

