oleh

Geram dan LMDI Berunjuk Rasa Tuntut APH Beri Hukuman Mati kepada Wempi Wijaya

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Aliansi penegak hukum yang tergabung dalam dua organisasi yakni GERAM dan LMDI kembali melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Negeri Sulsel dan Kanwil Kemenkumham Sulsel. Pengunras menuntut dua lembaga penegak hukum tersebut yang diduga tidak berpihak dan serius dalam pemberantasan terhadap narkotika, Selasa (11/06/2024)

Hal itu bermuasal saat Wempi Wijaya, seorang kepercayaan Fredy Pratama yang tertangkap pihak kepolisian dengan barang bukti memiliki narkotika jenis sabu dengan berat 14,1 kilogram. Dan dijerat Pasal 127-133 tentang kepemilikan narkotika. Naasnya Wempi Wijaya hanya divonis 12 tahun penjara oleh Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Makassar pada Senin, (27/ 05/2024) lalu.

Oleh karena itu Aliansi Penegak Hukum  menyerukan aksi dengan beberapa tuntutan yakni hukum mati Wempi Wijaya, yang merupakan sindikat narkotika lintas Negara,
pengunras meminta penegakan supremasi hukum di Tanah Daeng, menolak vonis 12 tahun dan segera pindahkan Wempi Wijaya ke LP Nusa Kambangan.

Menurut Moch. Prima Deka, selaku koordinator aliansi dengan bukti yang dihadirkan dalam sidang, berupa 70 bungkus plastik bening berisi narkotika jenis sabu seberat 14,187dan satu set alat hisap lengkap sudah selayaknya Wempi Wijaya dijatuhi hukuman mati.

Baca Juga : Kuasai Sabu, Seorang Pria Berinisial STR alias KCL Diamankan Satresnarkoba Polres Toraja Utara di GOR

“Wempi Wijaya inikan bandar besar berskala internasional jaringan Fredy Pratama. Dia orang kepercayaan Fredy Pratama, maka seharusnya para penegak hukum memberikan hukuman berat yakni hukuman mati”, ungkap Prima.

Vonis gembong narkoba internasional Wempi Wijaya hanya 12 tahun penjara tentunya sangat mencederai rasa keadilan masyarakat.

“Maka kami konsisten akan menggelar aksi unjuk rasa mengawal kasus ini”, pungkas Prima.(*)