Menanggapi hal tersebut, saat di konfirmasi melalui telepon seluler salah satu Dokter di Klinik Mulia Medica, Dr. Muliani Sp. M menyatakan, dirinya bukan sebenarnya penanggung jawab di klinik, seharusnya dr. Kaharullah Yusuf Sp. PD yang bisa menjawab itu.
“Justru adanya pemalsuan surat tersebut, saya sekarang bersama pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Pare-pare untuk mencari tahu siapa sebenarnya yang memalsukan surat klinik, justru adanya seperti itu saya merasa di rugikan, karena adanya yang memalsukan. Jadi adanya seperti itu, saya mengirimkan surat tiap hari ke KKP pelabuhan, sistem format kami dan kalau ada format selain ini harus di tolak”, jelas dr. Muliani.
“Saat kami mempertanyakan surat terkait yang di tanda tangani dr Sulfadli tanggal 20/2/2021 yang merupakan dokter umum dan seharusnya di keluarkan oleh dr. Kaharullah Yusuf Sp. PD. Kami di klinik sudah mempunyai banyak dokter, cuma pada hari itu ada yang di keluarkan oleh dokter dr Sulfadli cuma pada hari itu dr Sulfadli lagi tidak bertugas. Tapi itu belum saya dapatkan klarifikasi dan belum ada laporan dari pihak KKP, kalau misalnya ada seperti itu di temukan, saya meminta pihak KKP menghubungi, “ tambahnya.
baca juga : Pemerintah Tetapkan Batasan Tarif Pemeriksaan Rapid Test Antigen-Swab
Lanjut Dr. Muliani Sp. M mengatakan, terkait stempel, itu salah satu strategi klinik untuk mengubahnya tiap hari, supaya tidak ada yang mencontohi.
“Saya sengaja merubah warna tiap hari dan mengirimkan kepihak KKP supaya tidak ada yang memalsukannya. Sayapun bersama pihak PT. Labiva Tours & Travel komitmen sekali dalam menaati peraturan dan stabil dalam soal harga dengan nilai Rp. 220.000 dan saya bahkan tidak akan menggunakan indikasi curang”, ungkapnya
Di ketahui dalam surat yang di keluarkan oleh Klinik Mulia Medica pada tanggal 20/2/2021, berbeda warna tulisannya, ada yang berwarna Hitam dan Hijau. Sebab yang di tanda tangani oleh dr Sulfadli warna Hitam sedangkan dr. Kaharullah Yusuf Sp. PD berwarna Hijau. (Sis)

