Lion Air Segera Melayani Penerbangan Umroh dari RIAU Kini Semakin Mudah: Terbang Langsung Tujuan ARAB SAUDI

Penerbangan menggunakan pesawat terbaru Boeing 737-9 untuk rasa kenyamanan dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan dan keamanan (safety first).

PEKANBARU, KORANMAKASSAR.COMLion Air (kode penerbangan JT) member of Lion Air Group akan memulai kembali layanan penerbangan umroh yang dijadwalkan 18 Januari 2023 dari Riau melalui Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru (PKU) ke Madinah – Bandar Udara Internasional King Mohammad bin Abdul Aziz, Arab Saudi (MED) dan Jeddah – Bandar Udara Internasional King Abdul Aziz, Arab Saudi (JED). Penerbangan langsung umroh dari Pekanbaru menjadi embarkasi baru di Pulau Sumatera  setelah Medan Kualanamu (KNO). Mendatang, Lion Air akan melayani dari bandar udara lain secara bertahap, sesuai permintaan pasar.

“Pelaksanaan umroh 2023 sebagai bentuk kesungguhan Lion Air dalam mengakomodir dan memfasilitasi kebutuhan perjalanan ibadah. Lion Air berharap senantiasa berupaya melayani jamaah dengan pelayanan terbaik. Bersama mitra perjalanan (tour and travel) Lion Air mendukung pelaksanaan beribadah ke tanah suci dengan menawarkan kemudahan konektivitas. Penerbangan umroh melalui Pekanbaru akan membantu masyarakat yang berasal dari Dumai, Rengat, Pekanbaru, wilayah Riau yang lainnya, Jambi, Bengkulu, Padang dan daerah lain di sekitar”, jelas Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro.

Layanan umroh mengupayakan tingkat kinerja ketepatan waktu (on time performance/ OTP) lebih dari (rata-rata) 92%. Keseriusan ini seiring bentuk memberikan layanan terbaik kepada jamaah umroh.

“Dalam kaitan perjalanan udara sesuai aspek keselamatan, Lion Air telah menghimbau kepada seluruh jamaah antara lain agar tidak membawa barang berbahaya (dangerous goods) ke pesawat, tidak menerima titipan barang dalam bentuk apapun dari orang lain ke dalam pesawat, barang elektronik harus dilepas dari baterainya serta penggunaan pengisi daya mandiri atau baterai portabel (powerbank) harus sesuai kriteria dari segi kapasitas yang boleh dibawa ke dalam kabin dan tidak diperbolehkan untuk digunakan selama penerbangan”, tambah Danang.

Lion Air menjalankan ketentuan operasional menurut masing-masing negara serta aturan internasional. Penerbangan tujuan Jeddah dan Madinah ini terlaksana setelah Lion Air memenuhi semua kualifikasi dan persyaratan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan otoritas penerbangan sipil Arab Saudi atau General Authority of Civil Aviation (GACA) termasuk audit keselamatan dan keamanan.

baca juga : Lion Air Memberangkatkan 77 Wartawan Kontingen Aceh yang Terdampak Tanah Longsor di Bukit Seumadam

Lion Air mengucapkan terima kasih atas koordinasi dan dukungan dari regulator, pengelola bandar udara, pengatur lalu lintas udara, mitra, pihak terkait, kru pesawat, dan seluruh karyawan, semoga penyelenggaraan umroh berjalan lancar. Lion Air mengapresiasi bentuk kerjasama, sehingga sinergitas ini diharapkan memberikan nilai lebih kepada jamaah umroh dalam mempermudah akses dari dan menuju Arab Saudi.

Pesawat Terbaru dan Modern

Lion Air mempersiapkan armada jenis pesaswat Boeing 737-9 berkapasitas 215 kursi kelas ekonomi. Pesawat mempunyai tata letak kursi (konfigurasi) 3-3 lorong tunggal (single aisle). Setiap kursi berlapis kulit, sangat ergonomis dan dilengkapi sandaran kepala, sehingga terasa nyaman maupun dapat disesuaikan kebutuhan seperti untuk kerja, santai atau istirahat. Seluruh pesawat telah menjalani perawatan intensif, dalam kondisi terbaik dan laik terbang (airworthy for flight).