“Insya Allah, bulan April nanti, seluruh ASN sudah dipotong 2,5 persen dari gaji diluar tunjangan lainnya. Jika berjalan baik, maka dari ASN Pemkot Makassar saja bisa mencapai lebih Rp 1 miliar sebulan. Itu belum termasuk karyawan Perusda muslim, dan instansi lainnya lingkup Pemkot Makassar lainnya. Di antaranya Unit Pengumpul Zakat (UPZ) masjid.
Ashar Tamanggong mengaku, keberhasilan BAZNAS Kota Makassar tidak terlepas dari peran dan dukungan penuh Walikota Makassar, Moh.Ramdhan Pomanto.
“Bagi kami, Bapak Walikota Makassar sangat berperan. Beliau sangat merespon gerakan zakat yang dilakukan BAZNAS Kota Makassar. Beliau beralasan, zakat dapat membawa manusia muslim hidup dalam ketentraman. Malah, Al-Qur’an pun, menjelaskan ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka,” tegasnya.

“Disisi lain, dengan zakat itu pula dapat mengangkat ekonomi kaum dhuafa, atau orang kurang mampu. Tujuan akhirnya, agar menurunkan kemiskinan,” tambahnya, seraya menambahkan, gagasan walikota lainnya yang dalam waktu dekat akan direalisasikan adalah zakat uang panaik.
Menurutnya, sejak dilantik walikota Mei 2021 lalu,pihaknya bersama tiga komisioner lainnya, bertekad berbuat yang terbaik bagi majunya BAZNAS Kota Makassar.
“Kerja kami tidak setengah setengah. Kami akan melakukan apa saja demi kemaslahatan ummat dan keummatan di kota ini. Apalagi, potensi zakat di Makassar ini sekitar Rp2 triliun,” jelas alumni Tarbiyah Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini.
baca juga : BAZNAS Sosialisasi Instruksi Walikota Tentang Zakat di SMPN 10 Makassar
ATM—sapaan akrab Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar ini menguraikan, seluruh ZIS yang terkumpul tidak tertahan lama di BAZNAS, melainkan dalam hitungan hari, langsung diserahkan kepada kaum dhuafa yang benar benar membutuhkan.
Misalnya melalui bantuan bulanan kepada mustahik (orang yang berhak menerima zakat) se Makassar. Nilai nominal sebulan, puluhan juta ruiah. Setiap Rabu, memberikan bantuan bahan makanan bagi pemulung yang berada di emperan jalanan, dan emperan toko. Khitanan bagi 1000 anak dari keluarga kurang mampu—tahun 2021 lalu 500 orang.

