Menko PMK dan Menkop UMKM Kunjungi SMA MUHI Gencarkan Gerakan Koperasi Siswa

Perwakilan Natcco Filipina Mark Edieson Matias, Teresa Paula dan Hazel Ann Lenida dalam diskusi panelnya menyatakan perlunya memberikan rekognisi kebanggaan berkoperasi di kalangan siswa dengan pengelolaan koperasi sekolah secara digital, siswa tertarik bergabung bersama di koperasi sekolah wadah pengembangan karakter wirausaha/enterprenuership di kalangan siswa. Sekolah juga perlu membangun jejaring networking koperasi sekolah secara global agar mampu bersinergi berkolaborasi bersama masyarakat dan dunia usaha global.

Pukul 13.00 WIB kegiatan dilanjutkan dengan Best Practices dari Ketua Koperasi Ponpes Al Ittifaq, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII), dan Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM). Dalam sesi ini ditekankan bahwa Internalisasi Gerakan ayo berkoperasi yang dilakukan secara mendasar menyasar sekolah jenjang menengah (SMP/MTs, SMA/SMK/MA) memberikan legasi bahwasanya kesadaran berkoperasi harus dilakukan sejak dini.

Menumbuh kembangkan karakter berkoperasi harus dilakukan secara massif dan sistematis. Landasan fundamentalnya, kelak mereka akan memainkan peranan terpenting di kala 100 Tahun Indonesia Merdeka yang diperkirakan Tahun 2045 nanti bangsa ini mengalami surplus demografi.

Seminar ditutup sekitar pukul 15.30 WIB dengan dialog Bersama Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P dengan tema “Revolusi Mental Gerakan Indonesia Mandiri Bersama Bangga Koperasi di Sekolah Melalui Koperasi Siswa.” Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P menyatakan bahwa cita-cita luhur founding father bangsa menginginkan bangsa yang mandiri dan memiliki kedaulatan.

Salah satu aspek terpenting dalam kemandirian dan kedaulatan bangsa adalah dalam hai ekonomi. Kuatnya ekonomi akan menjadikan bangsa yang maju dan berdikari. Konsep ekonomi yang dicita-citakan oleh pendiri bangsa adalah ekonomi yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, Keinginan luhur falsafah ekonomi yang dibangun terejawantah dalam konstitusi kita melalui UUD 1945 tercermin dalam Pasal 33.

baca juga : Pembekalan ISMUBA SMA MUHI Bersama Bangun Kesuksesn yang Holistik dan Integratif

Dimana, mendasari prinsip mengenai demokrasi, ekonomi oleh semua, untuk semua dimiliki oleh masyarakat. Sehingga kemakmurab masyarakatlah yang menjadi utama bukan dimiliki oleh segelintir orang dan beberapa pihak tertentu. Prinsip yang dijadikan adalah berasaskan gotong royong dan kekeluargaan. Hal tersebut termanifestasikan dalam koperasi yang berlandaskan ekonomi Pancasila dan kerakyatan.

“Revolusi Mental adalah suatu gerakan untuk menggembleng manusia Indonesia agar menjadi manusia baru, yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali, berjiwa api yang menyala-nyala. Dengan semangat revolusi mental ini semoga koperasi mampu tumbuh menjadi kekuatan besar untuk Indonesia maju 2045” pungkasnya. (*)

Penanggung jawab : Yusron Ardi darmawan, M.Pd