Kalau mau berhasil, lanjut Khaeroni, maka harus hijrah. “Kalau saya tidak hijrah ke Sulsel, saya tidak mungkin jadi Kakanwil, makanya jangan protes kalau penempatannya jauh,” pesannya.
Dketahui, bahwa tahapan yang mesti dilalui para PPPK Kemenag Sulsel untuk tiba pada fase pelantikan ini cukup berat, dimana mereka mesti bersaing dengan ribuan pelamar lainnya.
Tercatat, dari 2.139 jumlah formasi PPPK yang ditetapkan oleh Menpan RB untuk Kanwil Kemenag Sulsel, pelamar yang mencoba mengadu nasib sebanyak 9.544 orang namun hanya 3.742 yang memenuhi syarat administrasi, tidak memenuhi syarat 5.802 orang, dan tambahan pelamar memenuhi syarat hasil sanggah sebanyak 45 orang.
baca juga : Kemenag dan Pemkab Enrekang Luncurkan Kampung Moderasi Beragama di Desa Pana
Pada seleksi kompetensi pada tanggal 18 s.d 31 Maret 2023 bertempat di BKN Regional IV Makassar, jumlah peserta yang ikut sebanyak 3.765 orang, kemudian dilanjutkan dengan seleksi kompetensi teknis tambahan pada tanggal 12 s.d 13 April 2022 yang digelar di Kantor Kementerian Agama Kab./Kota se Sulawesi Selatan dan beberapa titik lokasi di luar provinsi.
Dari perjuangan dan penjaringan yang cukup panjang itu, akhirnya 1.195 orang dinyatakan lulus dan dilantik oleh Gusmen hari ini, dan yang menggembirakan bahwa untuk formasi Penyulu yang lulus, Sulsel adalah yang terbanyak se Indonesia. (*)

