Menu MBG Kurang Variatif, Sisa Makanan di Sekolah Pinrang Jadi Pakan Ternak

Ia mengatakan makanan yang tidak habis kemudian dikumpulkan saat wadah dikembalikan. Agar tidak terbuang percuma, sebagian sisa makanan tersebut dimanfaatkan sebagai pakan ayam.

“Daripada mubazir, kami ambil untuk pakan ayam,” ujarnya.

IWO Pinrang berharap BGN segera melakukan evaluasi terhadap SPPG yang menjadi penyalur makanan MBG, khususnya terkait variasi menu, kesesuaian porsi, kualitas makanan, serta tingkat penerimaan siswa.

Baca Juga : Aliansi Rakyat Sulsel Gelar Aksi Damai Dukung Program Pro-Rakyat, Relawan Emak-Emak Suarakan Lanjutan MBG

Menurut IWO, keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari tersalurkannya makanan kepada penerima manfaat, tetapi juga dari sejauh mana makanan tersebut benar-benar dikonsumsi dan memberikan manfaat gizi bagi anak-anak.

Pengawasan yang konsisten dan evaluasi berkala dinilai penting agar program MBG di Kabupaten Pinrang berjalan efektif, tepat sasaran, minim pemborosan, dan benar-benar memenuhi tujuan peningkatan gizi peserta didik. (*)

Komentar