GOWA, KORANMAKASSAR.COM — Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menilai pembangunan infrastruktur jalan strategis yang digagas Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan memberikan dampak besar terhadap konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pemerataan pembangunan.
Hal tersebut disampaikannya saat mendampingi Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, pada groundbreaking penanganan preservasi jalan Paket 2 di Jalan Poros Galesong Utara, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, Selasa (10/2).
Menurut Husniah, proyek ini menjadi langkah konkret untuk memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi ekonomi lintas daerah, mulai dari Makassar, Gowa, Takalar hingga Jeneponto.
Baca Juga : Kuota Haji Gowa Melonjak, Wamenhaj dan Bupati Lepas 1.421 Jamaah Calon Haji di Masjid Agung Syekh Yusuf
“Groundbreaking Paket 2 ini akan meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pemerataan pembangunan,” ujarnya.
Ia menyebut, Kabupaten Gowa mendapat porsi pembangunan yang cukup signifikan dengan total panjang jalan sekitar 52,15 kilometer, mencakup wilayah dataran rendah hingga dataran tinggi.
Ruas yang ditangani meliputi Jalan Panciro (batas Gowa–Makassar) sepanjang 4,18 km, Pallangga–Salekoa (batas Gowa–Takalar) sepanjang 14,20 km, serta Sapaya–Malino sepanjang 33,77 km.
“Insya Allah manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat yang beraktivitas di jalur tersebut,” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menegaskan proyek ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov Sulsel untuk memperkuat konektivitas wilayah selatan.
Paket 2 dikerjakan dengan total anggaran Rp274 miliar dan mencakup sejumlah ruas di Galesong Utara, Galesong Selatan, Galesong, hingga Sanrobone.
Selain Gowa, pembangunan juga menyasar Kabupaten Takalar sepanjang kurang lebih 100 kilometer serta Kabupaten Jeneponto sekitar 34 kilometer.
Baca Juga : Nahkodai DMI, Bupati Gowa Siap Jadikan Masjid Pusat Pembinaan Umat dan Pembangunan Karakter
Menurutnya, paket pekerjaan dirancang saling terhubung agar manfaat pembangunan dapat dirasakan merata.
Ia mengimbau masyarakat untuk mendukung pelaksanaan proyek, terutama warga yang terdampak pelebaran jalan, serta memohon maaf atas potensi gangguan akses dan arus lalu lintas selama pengerjaan berlangsung.
“Kami harap kerja sama masyarakat. Penataan ini demi kelancaran akses dan lingkungan yang lebih tertata ke depan,” tutupnya. (FA)

