Keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari RT/RW, Satpol PP, Linmas, PD Pasar, hingga unsur TNI dan Polri yang turut terlibat dalam sosialisasi dan pengawasan.
“Tidak ada perlawanan. Justru para pedagang menunjukkan kesadaran kolektif untuk mendukung penataan,” tegas Rizal.
Selain pembongkaran lapak, pemerintah juga menertibkan bangunan yang menutup saluran drainase serta merapikan kawasan sekitar. Ke depan, pengawasan intensif akan dilakukan selama tiga bulan guna memastikan area tetap tertib dan tidak kembali disalahgunakan.
baca juga : Penertiban Humanis di Tallo Berjalan Lancar, Sejumlah Lapak Dibongkar Mandiri Tanpa Konflik
Pemerintah juga melibatkan Dinas Pekerjaan Umum untuk penataan drainase dan tata ruang, serta Dinas Perhubungan dalam pengaturan lalu lintas selama proses berlangsung.
Penataan ini menjadi bukti bahwa pendekatan persuasif dan komunikasi yang baik mampu menghadirkan solusi tanpa konflik.
Pemerintah dan masyarakat dapat berjalan beriringan dalam menciptakan lingkungan kota yang lebih tertib, bersih, dan nyaman, tanpa mengorbankan keberlangsungan ekonomi warga. (*)


Komentar