Selanjutnya Buyung Lalana juga menjelaskan secara detail bahwa pilot project pelaksanaan Konektivitas Multi Moda Transportasi Laut, Darat dan Udara Perdana di Indonesia berawal dari angkutan barang di Laut (Tol Laut) yang dilakukan dengan kapal tol laut KM. Muara Mas dengan Operator PT. Temas dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ke Pelabuhan Pomako, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan Darat melalui Perum Damri Cabang Mimika dengan proses Haulage Trucking, Stripping dan Bongkar Muat dari Pelabuhan Pomako ke Gudang Kargo Bandara Moses Kilangin.
“Proses tersebut dilanjutkan dengan Jembatan Udara yaitu melalui angkutan Perintis dan Kargo dengan menggunakan Pesawat dari Trigana Air untuk jenis tipe Boeing 737 – 300 kapasitas 14 Ton ke Wamena dan angkutan Perintis dengan Pesawat jenis tipe Caravan untuk ke beberapa Distrik di wilayah pegunungan Kabupaten Mimika yaitu Awarnop, Alama dan Zila,” jelas Buyung Lalana.
Buyung Lalana juga mengatakan dengan penyelenggaraan Konektivitas Multi Moda Transportasi Laut, Darat dan Udara Perdana di Indonesia dalam satu Trip/Voyage perjalanan ini, diharapkan dapat membantu kebutuhan masyarakat yang sangat tinggi pada Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, khususnya di beberapa wilayah pedalaman Papua khususnya di Pegunungan-Pegunungan serta mengurangi disparitas harga yang masih terjadi.
Bahkan kedepan diharapkan Penyelenggaraan Kegiatan Pelayanan Publik Angkutan Multi Moda dapat berlanjut dengan sistem layanan aplikasi yang terintegrasi seperti dalam layanan aplikasi SITOLAUT dengan 1 (satu) dokumen pada semua Moda Transportasi.
baca juga : Aksi QRT Ditjen Hubla Tekan Pencemaran Minyak di Laut Pasca Tenggelamnya Kapal TSHD King Richard X
“Pelaksanaan Konektivitas Multi Moda Transportasi Tol Laut merupakan bukti nyata Negara hadir untuk memenuhi kebutuhan Masyarakat di wilayah Pegunungan-Pegunungan pada daerah 3TP sehingga Program Tol Laut yang merupakan Program Strategis Nasional Pemerintah Presiden Joko Widodo terlayani sampai ke wilayah Pegunungan-Pegunungan dan Distrik Distrik di wilayah Papua,” tutup Buyung Lalana.
Sebagai informasi, Pilot project ini diharapkan menjadi contoh implementasi tol laut di wilayah lain seperti Jayapura, Marauke dan Tarakan dengan harapan sebagai berikut :
1. Terjadi efektifitas dan efisiensi pembiayaan uang tambang dan bongkar muat.
2. Terjadi efesiensi waktu pengiriman karena sinergisitas antar moda.
3. Mendorong disparitas harga di wilayah pegunungan papua.

