Dengan suara bergetar dan air mata yang menetes, Dewi Yull menyampaikan bahwa kehilangan anak merupakan ujian terberat dalam hidupnya. “Saat itu, dunia saya runtuh. Tapi saya belajar, apapun yang Allah ambil, itu bukan berarti Allah tidak sayang, melainkan karena semua hanyalah titipan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, setiap manusia harus belajar melepas dengan ikhlas. “Kita ini hanya menitipkan diri kita kepada Allah, dan semua yang ada di sekitar kita pun hanya titipan. Maka sayangilah, jaga, dan syukuri selagi masih ada,” tuturnya.
“Hijrah mengajarkan saya bahwa kesedihan bisa menjadi jalan menuju Allah. Jangan pernah berpaling dari-Nya, karena hanya Allah tempat kita kembali,” pesannya menutup ceramah.
baca juga : TP PKK Makassar, Dekranasda dan Pokja Bunda PAUD Dukung Program Jumat Bersih Lewat Aksi Tanam Pohon dan Lubang Biopori
Acara kemudian dilanjutkan dengan Ketua Yayasan IKPAH Indonesia, Ustadzah Riski Amelia, yang mengajak para hadirin untuk peduli terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Sebagai penutup, TP PKK Makassar memberikan plakat penghargaan kepada Ustadzah Hj. Dewi Yull sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan ilmu yang dibagikan. (*)

