Azis Maskur juga menjelaskan, jika pada pertemuan sebelumnya dengan pihak bank, iya sempat mengkonfirmasi perihal adanya pencairan uang tanpa sepengetahuan nasabah. Dimana diduga ada orang lain yang menerima uang dengan izin clientnya
“Banyak keganjlan yang terjadi di Bank BRI Cabang Maros, diduga ada orang lain yang menerima dengan izin client kami, padahal client kami tidak pernah menandatangani form penarikan,” ucapnya.
Selain itu lanjut dia, buku tabungan yang diserahkan pada clientnya melalui teller diendapkan.
baca juga : Massa Nasabah BRI Cabang Maros Ancam Segel Kantor Jika Komitmen Pihak Bank Diingkari
Buku rekening di buat oleh oknum BRI cab maros 31 januari 2020 dan di berikan kepada nasabah pada tgl 4 februari 2020.
“Yang paling miris di sini adalah buku tabungan yang diserahkan ke client kami itu melalui teller itu diendapkan.
“Itulah yang menjadi kerugian Rp 800 juta, nanti di tanggal 4 baru di serahkan buku. Jadi siapa yang mengambil, tidak mungkin client kami, dalam penguasaan BRI tanggal 1-4 ini buku tabungan. Di tanggal 1 sudah ada yang keluar dana client kami, siapa yang mengambil sedangkan nomor rekening client kami belum tahu, tidak ada konfirmasi,” tutupnya. (*)

