Ratusan Mahasiswa dan Masyarakat Kepung Kantor BRI Cabang Takalar

TAKALAR, KORANMAKASSAR.COM — Barisan Anak Rakyat menggeruduk Bank Rakyat Indonesia kabupaten Takalar, Selasa 22-10-2024.

Ratusan massa yang tergabung terdiri dari mahasiswa dan masyarakat melakukan aksi unjuk rasa depan BRI Takalar yang diduga melakukan pembodohan ke nasabahnya.

Chokas selaku jendral aksi mengatakan, BRI merugikan nasabah dengan melakukan penalti, nasabah sudah mau melunasi tetapi di penalti lagi. Kebijakan Bank BRI dipertanyakan  karena ini merugikan nasabah dengan membebani penalti disetiap pelunasan yang lebih cepat dari waktunya.

“Juga begitu banyaknya oknum-oknum di BRI yang menjadi mafia di kantor BRI”, kata Chokas.

Aksi unjuk rasa sempat ricuh dengan beberapa aparat polisi yang tersulit emosi.

Walau Aksi unjuk rasa yang sempat panas karena adanya gesekan massa dengan aparat, Aksi unjuk rasa tetap lanjut dan berlangsung damai karena Kasat Intel Polres Takalar dan Kasat Sabhara Polres Takalar berhasil menenangkan aparat dan massa pengunjuk rasa.

Massa sempat kecewa dengan arogansi aparat hukum yang sempat bergesekan dengan pengunjuk rasa, padahal massa yang hadir ingin masuk menyuarakan suaranya di kantor BRI Takalar bukan ingin beradu dengan aparat hukum yang notabenenya adalah pengayom masyarakat.

ASP panggilan akrab Azman Putra Surya yang juga korlap aksi menyuarakan, pihak BRI harus transparansi ke nasabah, walau pihak BRI mengatakan penalti sudah ada dalam surat perjanjian tetapi itu adalah hal yang merugikan nasabah dan bukan cuma kali ini.

Baca Juga : Diduga Unprosedural, Nasabah BSI Makassar Keberatan Ruko Miliknya Dilelang

“Hal itu sudah berlangsung lama. Kami para jendral aksi di Takalar tidak akan pernah takut menyuarakan kebenaran dan akan selalu memihak kepada rakyat yang tertindas. Hari ini saya dan para pendekar aksi di Takalar bersama ratusan massa melakukan aksi di BRI, tetapi tidak menutup kemungkinan kami akan hadir dengan lebih banyak massa lagi dan kami tidak akan berhenti sampai BRI merevisi kebijakannya ini”, ancam ASP.

“Perlu diingat, masalah di BRI begitu banyak sehingga masyarakat mulai tidak minat ke BRI Takalar dan kami siap membawa keranah hukum dengan melaporkan secara resmi semua penyimpangan BRI Takalar”, tutup Azman dalam orasinya.

Dalam aksi ini sempat hadir puluhan pendekar aksi yang sudah sering melakukan aksi membela masyarakat tertindas. (Mus)