Dia mencontohkan bahwa tokoh warga, toko-toko di lingkungan, serta Satlinmas dapat menjadi ujung tombak informasi dan pencegahan dini di tingkat lokal.
“Toko-toko masyarakat bisa menjadi pusat informasi, menghubungkan masyarakat dengan pihak berwenang. Satlinmas jangan hanya jadi penonton, tapi aktif memberikan informasi, menjaga wilayah, dan melaporkan potensi gangguan,” jelasnya.
Munafri juga mengingatkan bahwa perang kelompok bukan hanya persoalan kriminalitas, melainkan masalah sosial yang perlu diselesaikan melalui pendekatan kolaboratif dan humanis.
“Persoalan perang kelompok ini sangat serius. Karena itu, seluruh elemen, pemerintah kota, TNI-Polri, serta aparat terkait, harus bersinergi dengan daya dobrak luar biasa untuk menghilangkan ancaman ini,” ujarnya tegas.

Ia mengungkapkan, Pemkot Makassar telah menyiapkan sejumlah program khusus yang akan diterapkan di titik-titik rawan konflik guna memperkuat sistem keamanan masyarakat.
Dalam arahannya, Munafri mengingatkan agar kegiatan apel tidak hanya dimaknai sebagai seremoni, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran kolektif seluruh warga.
“Saya berharap setelah apel ini, bukan sekadar berdiri atau membuat acara ramai, tetapi kita semua kembali ke wilayah masing-masing dengan kesadaran penuh. Jika ada tanda-tanda atau anomali, segera laporkan kepada pihak berwajib,” pesannya.
Ia juga mengimbau camat, lurah, ketua RT/RW, dan tokoh masyarakat untuk terus memperkuat komunikasi sosial dan kebersamaan warga.
Dukungan TNI-Polri, Satpol PP, Linmas, dan tokoh masyarakat sangat dibutuhkan agar responsif memantau situasi.
“Konflik yang terjadi hampir setiap jam bukan hanya melukai warga tak bersalah, termasuk anak-anak, tetapi juga menimbulkan kesedihan mendalam,” tutur Munafri.
Lebih lanjut, Wali Kota baru menjabat 9 bulan itu menegaskan bahwa menciptakan Makassar yang aman dan damai membutuhkan tanggung jawab bersama. Ia mengajak seluruh pihak, dari aparat hingga masyarakat, untuk berkolaborasi menjaga stabilitas wilayah.
“Kita semua punya tanggung jawab bersama. Jagalah keamanan di lingkungan masing-masing, berkolaborasilah dengan aparat untuk melawan radikalisme dan perkelahian antar-kelompok,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar orang tua lebih aktif memperhatikan aktivitas anak-anaknya, baik di rumah maupun di luar rumah, demi mencegah keterlibatan generasi muda dalam tindakan yang merugikan.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Hidupkan Kembali Nilai Kurikulum Muatan Lokal yang Mulai Hilang
” Pemerintah Kota Makassar akan terus mendukung upaya bersama ini agar keamanan dan ketertiban bisa terjaga secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Apel siaga ini diakhiri dengan ajakan bersama untuk memperkuat sinergi lintas sektor serta menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
“Mari kita kembali ke wilayah masing-masing, saling menjaga, saling membantu, dan terus mempererat kebersamaan demi Makassar yang aman, tertib, dan bermartabat,” tutup Wali Kota Munafri. (*)

