MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menerima audiensi Kepala BPS Kota Makassar, Abdul Hafid, bersama tim Sensus Ekonomi 2026 di Rumah Jabatan Wali Kota, Selasa (16/6/2026).
Pertemuan ini sekaligus menandai dimulainya pendataan lapangan (door to door) Sensus Ekonomi 2026 di Kota Makassar.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota yang akrab disapa Appi itu juga menjadi salah satu responden pertama yang didata langsung oleh petugas BPS.
Baca Juga : Lepas 2.000 Peserta Kirab Muharram, Wali Kota Makassar Ajak Warga Perkuat Persatuan dan Ukhuwah
Usai pendataan, dilakukan penempelan tanda partisipasi Sensus Ekonomi 2026 di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar.
Appi menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan sensus ekonomi karena dinilai sangat penting sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan dan penguatan ekonomi daerah berbasis data yang akurat.
Ia juga mengusulkan agar pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Makassar tidak hanya bersifat seremonial, tetapi turut diiringi kegiatan simbolis seperti penanaman pohon sebagai lambang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
“Bagus kalau kita tanam pohon Sensus Ekonomi sebagai simbol pertumbuhan ekonomi kita,” ujar Appi.
Kepala BPS Kota Makassar, Abdul Hafid, menyambut baik usulan tersebut dan menilai gagasan itu selaras dengan makna sensus yang mencakup seluruh sektor ekonomi, termasuk keberlanjutan lingkungan.
“Ini menunjukkan sensus ekonomi diharapkan memberikan data akurat untuk pertumbuhan ekonomi ke depan. Ide ini sangat luar biasa,” katanya.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Dorong Gedung Parkir Modern dan Digitalisasi di Titik Macet
Lebih lanjut, BPS Kota Makassar menjelaskan bahwa pendataan Sensus Ekonomi 2026 telah dimulai sejak 1 Mei untuk usaha besar, sementara pendataan lapangan secara door to door berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Sebanyak 934 petugas diterjunkan di Kota Makassar untuk menyukseskan kegiatan tersebut, yang terdiri dari petugas pendata, pemeriksa lapangan, hingga tim khusus usaha besar.
Appi mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam sensus ini agar data yang dihasilkan benar-benar menggambarkan kondisi ekonomi Kota Makassar secara nyata dan dapat digunakan untuk perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran. (*)

