MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Mengantisipasi potensi dampak cuaca ekstrem di wilayah perairan Kota Makassar, Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polres Pelabuhan Makassar bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar meningkatkan kesiapsiagaan melalui patroli laut terpadu, Rabu (14/1/2026).
Langkah tersebut dilakukan menyusul peringatan dini cuaca ekstrem yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terkait peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang di Perairan Makassar.
Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Rise Sandiyantanti, mengatakan penguatan patroli laut dilakukan melalui sinergi lintas instansi serta pengoperasian armada kapal cepat jenis rescue guna mempercepat respons terhadap situasi darurat di perairan.
Baca Juga : Doa untuk Negeri dan Kamtibmas, Polres Pelabuhan Makassar Gelar Dzikir Akhir Tahun 2025
“Dalam kondisi cuaca ekstrem, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Kami mengimbau agar aktivitas pelayaran sementara waktu dibatasi, termasuk wisata laut dan aktivitas nelayan,” ujar AKBP Rise Sandiyantanti.
Ia menegaskan, apabila aktivitas pelayaran tidak dapat dihindari, seluruh pengguna jasa laut wajib mematuhi standar keselamatan sesuai prosedur yang berlaku, mulai dari kelengkapan alat keselamatan hingga pemeriksaan kelaikan kapal dan kesiapan awak.
“Penggunaan pelampung, kondisi kapal, serta kesiapan kru menjadi hal mutlak. Jangan sampai ketika terjadi insiden di laut, kita tidak siap,” tegasnya.
Saat ini, Polres Pelabuhan Makassar menyiagakan lebih dari 30 personel gabungan dari unsur Polairud dan petugas Pos Polisi Pelabuhan Paotere.
Pelabuhan Paotere diketahui menjadi salah satu dermaga utama mobilitas masyarakat kepulauan menuju dan dari Kota Makassar.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli, menyampaikan bahwa pihaknya telah meningkatkan status kesiapsiagaan sejak diterbitkannya peringatan resmi BMKG.
“BPBD Kota Makassar membuka posko siaga 24 jam, melakukan pengecekan peralatan, serta menyiapkan personel untuk merespons cepat potensi kebencanaan,” jelas Fadli.
Baca Juga : Akhir Tahun 2025, Polres Pelabuhan Makassar Paparkan Capaian Kamtibmas dan Musnahkan Barang Bukti Narkoba
BPBD Kota Makassar juga mengoperasikan Posko Mulia 1 di Kecamatan Ujung Tanah sebagai pusat koordinasi dan respons cepat terhadap kejadian darurat di wilayah pesisir dan kepulauan.
Dalam kesempatan tersebut, Fadli mengapresiasi komitmen Polres Pelabuhan Makassar yang dinilai konsisten menjaga keamanan dan keselamatan aktivitas masyarakat di perairan.
“Sinergi lintas sektor ini sangat penting untuk meminimalkan risiko bencana, baik korban jiwa maupun kerugian materi. Koordinasi yang kuat menjadi kunci layanan publik yang efektif,” ujarnya.
Pemerintah Kota Makassar berharap kolaborasi ini dapat meningkatkan rasa aman masyarakat, mengingat Makassar memiliki sejumlah pulau dengan intensitas aktivitas laut yang cukup tinggi. (*/Firman Dhanie)

