PAREPARE, KORANMAKASSAR.COM – Lonjakan penumpang menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026 mulai terasa di Pelabuhan Nusantara Parepare.
Dalam beberapa hari terakhir, ribuan pemudik memadati pelabuhan, khususnya dari kedatangan kapal KM Adithya yang membawa penumpang dari Samarinda, Kalimantan Timur.
Di balik ramainya arus mudik, terselip kisah haru dan perjuangan para pemudik. Salah satunya dialami Sumarni Dg Baji, yang akhirnya bisa pulang ke kampung halamannya di Makassar setelah 17 tahun merantau.
Sumarni mengaku perjalanan mudiknya kali ini bukan sekadar pulang biasa, melainkan momen yang telah lama dinantikan.
Namun, kepulangannya harus ditempuh dengan kondisi yang tidak mudah akibat kepadatan penumpang di atas kapal.
Ia sempat berada di dek paling bawah yang dipenuhi penumpang hingga mengalami sesak napas.
“Awalnya saya di dek bawah, berdesak-desakan sekali sampai merasa tidak bisa bernapas,” ujarnya.
Dalam kondisi tersebut, Sumarni meminta bantuan petugas kapal untuk dipindahkan. Meski sempat ditempatkan di area yang kurang layak, seperti dekat toilet, ia akhirnya mendapatkan posisi yang sedikit lebih nyaman.
Meski harus melalui perjalanan panjang yang melelahkan dan penuh desakan, Sumarni tetap bersyukur.
Baginya, semua itu sebanding dengan kerinduannya untuk kembali bertemu keluarga di kampung halaman.
“Ini demi pulang kampung ketemu orang tua di Makassar,” tuturnya haru.
Baca Juga : Modus Barang Medis Terbongkar, Polisi Gagalkan Peredaran Rokok Ilegal di Pelabuhan Soetta Makassar
Sementara itu, berdasarkan data manifes, KM Adithya tercatat mengangkut sebanyak 1.794 penumpang dari Samarinda ke Parepare.
Namun, dari pantauan di lapangan, jumlah penumpang diduga melebihi angka tersebut.
Kepadatan juga terlihat di area pelabuhan, terutama di pintu keluar dermaga.
Para pemudik harus mengantre panjang untuk melewati pemeriksaan mesin X-ray.
Puncak arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan akan terus meningkat dalam sepekan ke depan, seiring tingginya antusiasme masyarakat untuk pulang kampung. (sis)

