LUWU, KORANMAKASSAR.COM — Musyawarah Kabupaten (Mukab) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Luwu menetapkan H. Husmaruddin sebagai Ketua Kadin Luwu periode 2026–2031, Sabtu (16/5).
Mukab berlangsung penuh semangat dan menjadi momentum konsolidasi para pelaku usaha untuk memperkuat peran dunia usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Beragam sektor usaha hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari perusahaan pelayaran, bongkar muat, pertambangan, pertanian, perikanan, hingga pelaku UMKM.
Baca Juga : Baru Terpilih, Ketua Kadin Lutra Langsung Tancap Gas Kawal Pembangunan Pelabuhan Munte
Kehadiran lintas sektor ini dinilai menjadi modal besar dalam membangun kolaborasi dan memperkuat ekonomi lokal.
Wakil Ketua Umum Kadin Sulawesi Selatan, Harmansyah, mengatakan Kadin merupakan wadah strategis bagi pengusaha untuk membangun jaringan usaha sekaligus berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Kadin harus menjadi rumah besar pengusaha dan motor penggerak investasi serta penciptaan lapangan kerja di daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kadin Luwu terpilih, H. Husmaruddin, menegaskan komitmennya membangun sinergi dengan pemerintah daerah, investor, pelaku UMKM, dan seluruh stakeholder strategis lainnya.
Menurutnya, Kabupaten Luwu memiliki potensi sumber daya alam yang besar di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, perdagangan, pertambangan, hingga jasa yang perlu dikelola lebih maksimal agar memiliki nilai tambah bagi masyarakat.
Baca Juga : Nahkodai Kadin Luwu Utara, Sulfikar Idris Siap Perkuat UMKM dan Investasi Daerah
“Luwu memiliki potensi luar biasa. Tugas Kadin ke depan adalah mendorong potensi tersebut menjadi kekuatan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Husmaruddin.
Ia juga menegaskan kepengurusannya akan fokus memperkuat iklim investasi, meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal, serta membuka peluang kerja sama dengan investor dari luar daerah.
Mukab Kadin Luwu diharapkan menjadi titik awal kebangkitan dunia usaha daerah melalui semangat kolaborasi dan penguatan ekonomi berbasis potensi lokal. (*)


Komentar