MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Makassar, menjadi sorotan setelah seorang warga mengaku menemukan ulat hidup dalam makanan yang diterima anaknya.
Kasus tersebut semakin ramai diperbincangkan karena muncul dugaan adanya permintaan agar unggahan mengenai temuan itu di media sosial dihapus.
Peristiwa itu bermula pada 12 Mei 2026 ketika SCA, orang tua balita penerima manfaat MBG, menemukan seekor ulat hidup di dalam menu makanan saat memindahkan isi ompreng ke piring anaknya.
Menurut pengakuannya, ulat tersebut masih bergerak sehingga ia mengunggah foto temuan itu sebagai bentuk laporan dan pengawasan terhadap kualitas makanan yang dikonsumsi anak-anak.
SCA mengaku dua hari kemudian diminta menghapus unggahan tersebut. Dugaan itu diperkuat dengan tangkapan layar percakapan WhatsApp yang berisi permintaan agar postingan mengenai temuan ulat dihapus dari media sosial.
Sejak kejadian tersebut, SCA memilih tidak lagi mengambil jatah MBG untuk anaknya karena merasa khawatir terhadap keamanan makanan yang disajikan.
Saat dikonfirmasi, Penanggung Jawab Pembagian MBG di wilayah setempat berinisial TT menyatakan bahwa temuan tersebut merupakan kesalahan pekerja di lapangan, bukan pengelola program.
Ia juga menyinggung agar tidak ada pihak yang memanfaatkan persoalan tersebut untuk mencari keuntungan.
Sementara itu, Tim Media Sorot Sulsel menegaskan bahwa pemberitaan dilakukan sebagai bentuk penyampaian fakta dan kontrol sosial, sekaligus memberikan ruang klarifikasi kepada seluruh pihak yang terkait.
Baca Juga : Diduga Keracunan Menu MBG, Delapan Santri Pesantren Al-Mustafa Pinrang Dilarikan ke Puskesmas
Upaya konfirmasi juga dilakukan langsung ke dapur penyedia makanan SPPG di kawasan CPI Makassar pada 11 Juni 2026.
Namun, wartawan tidak memperoleh penjelasan resmi karena tidak ada pegawai yang bersedia memberikan keterangan maupun informasi mengenai penanggung jawab dapur.
Kasus ini memunculkan perhatian publik terhadap standar higienitas dan pengawasan mutu makanan dalam program MBG, terutama karena menyasar balita dan anak-anak.
Selain itu, muncul pula kritik terhadap dugaan permintaan penghapusan unggahan yang dinilai lebih mengedepankan penghilangan jejak digital dibanding evaluasi dan perbaikan kualitas layanan.
Hingga berita ini ditulis, pihak pengelola SPPG belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab munculnya ulat dalam makanan maupun dugaan permintaan penghapusan unggahan tersebut.
Masyarakat pun mendesak instansi terkait untuk melakukan audit independen guna memastikan keamanan pangan bagi seluruh penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis. (*)

